- Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pacitan membantah video viral mengenai Jemaah Calon Haji asal Pacitan yang tersesat di Mekkah.
- Hasil verifikasi menunjukkan bahwa seluruh jemaah asal Pacitan saat ini masih berada di Madinah dalam kondisi aman.
- Pihak berwenang memastikan identitas dalam video tidak terdaftar dalam manifes resmi keberangkatan haji asal Kabupaten Pacitan tersebut.
SuaraJatim.id - Jagat media sosial dan grup-grup WhatsApp warga Pacitan belakangan ini mendadak riuh dan dipenuhi kepanikan. Sebuah video amatir viral beredar luas, menarasikan adanya seorang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang kebingungan dan tersesat di hiruk-pikuknya Kota Mekkah, Arab Saudi.
Narasi liar tersebut kontan membuat dada para keluarga jemaah di kampung halaman berdegup kencang. Namun, buru-buru termakan kepanikan, otoritas terkait langsung angkat bicara memadamkan bola liar hoaks tersebut.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pacitan, Marjuni, dengan tegas menyatakan bahwa video viral tersebut adalah disinformasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya (100% hoaks).
“Kami sudah kroscek menyeluruh. Jemaah calon haji asal Kabupaten Pacitan yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini seluruhnya dipastikan dalam kondisi aman, terkendali, dan dijaga ketat oleh petugas,” tegas Marjuni saat memberikan klarifikasi resmi di Pacitan, Senin (26/3/2026).
Marjuni membeberkan satu fakta telak yang langsung meruntuhkan narasi video hoaks tersebut. Jangankan tersesat di Mekkah, rombongan JCH asal Pacitan saat ini secara jadwal sama sekali belum menginjakkan kaki di kota suci tersebut.
“Logikanya tidak masuk. Menurut jadwal perjalanan resmi, seluruh jemaah asal Pacitan yang tergabung dalam embarkasi Surabaya saat ini masih terpusat di Kota Madinah dan belum ada satu pun pergerakan massa menuju Mekkah,” bebernya.
Marjuni juga menegaskan bahwa jajarannya langsung membedah buku manifes data jemaah yang terbang ke Arab Saudi tahun ini. Hasilnya nihil.
Nama jemaah yang kebingungan dan disebut-sebut dalam video amatir tersebut sama sekali tidak terdaftar di daftar keberangkatan Kemenag Pacitan.
“Dari manifes kloter Pacitan, tidak ada satu pun nama yang cocok dengan yang disebut dalam video tersebut. Kalaupun benar yang bersangkutan aslinya adalah orang kelahiran Pacitan, bisa jadi ia mendaftar haji dan berangkat menumpang kuota dari daerah (provinsi/kabupaten) lain, bukan dari rombongan resmi kami,” analisis Marjuni secara logis.
Baca Juga: Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
Penegasan senada juga dilontarkan langsung dari garis terdepan di Tanah Suci. Ketua Kloter 25, Heri Siswanto, yang mengomandoi jemaah asal Pacitan, memastikan tidak ada satu pun anggota rombongannya yang terlepas dari pantauan atau dilaporkan hilang.
“Alhamdulillah, saya pastikan laporan JCH tersesat dari kloter asal Pacitan itu tidak ada. Kami di Kloter 25 saat ini masih menetap di Madinah. Para jemaah sedang khusyuk menjalankan ibadah Arbain di sekitar Masjid Nabawi dalam kondisi kesehatan yang sangat prima, dan siap melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya,” lapor Heri.
Marjuni menutup pernyataannya dengan memberikan sentilan keras sekaligus imbauan kepada netizen dan masyarakat luas. Di era digital saat ini, jari sering kali lebih cepat bergerak daripada akal sehat.
“Kami mohon dengan sangat, masyarakat (terutama keluarga jemaah) jangan gampang termakan kabar burung yang belum terverifikasi otoritas resmi. Saring dulu setiap informasi yang masuk sebelum melemparnya (menyebarkannya) ke grup keluarga. Kasihan yang di rumah jadi panik tanpa alasan yang jelas,” pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
-
Kepanikan Pecah di Jabal Magnet: 47 Jemaah Calon Haji Probolinggo Alami Kecelakaan Bus
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit
-
Menjual Harapan ke Tanah Suci: Nestapa Pasangan Lansia Lumajang Terjerat Muslihat Haji Jalur Cepat
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung
-
Kebakaran Hutan Hanguskan 4 Hektare Hutan Jati di Jalur Arak-Arak Situbondo
-
Detik-detik Hilangnya Nelayan Situbondo di Laut Jangkar, Ponsel Masih Ada di Perahu