- Abdul Karim (55) tewas setelah terlibat duel senjata tajam dengan kerabatnya, Wasil (44), di Desa Sumberwringin, Lumajang, Kamis (21/5/2026).
- Insiden carok terjadi di kebun sengon setelah Wasil menolak ajakan damai dan menantang Abdul Karim untuk segera berduel.
- Akibat pertikaian tersebut, Abdul Karim meninggal dunia di lokasi, sementara Wasil menderita luka serius dan dalam penyelidikan polisi.
SuaraJatim.id - Bau anyir darah menyeruak di kebun sengon di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Lumajang, Kamis (21/5/2026).
Tradisi kelam duel senjata tajam atau yang dikenal dengan sebutan carok, kembali memakan korban jiwa. Ironisnya, dua pria yang terlibat aksi saling tebas ini masih memiliki ikatan keluarga.
Abdul Karim Marzuki (55) mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah terlibat duel maut dengan kerabatnya sendiri, Wasil (44).
Tragedi ini bermula dari rutinitas yang sangat biasa. Siang itu, Abdul Karim baru saja menyelesaikan tugasnya mencari rumput (ngarit) untuk pakan ternak. Dengan arit di tangan dan beban rumput di pundak, ia berjalan pulang menyusuri jalanan desa.
Namun, langkah kakinya terhenti saat Wasil tiba-tiba muncul mengadangnya. Bukan sapaan yang diterima, melainkan tantangan duel yang mematikan.
Saniyeh, istri korban, menceritakan detik-detik mencekam tersebut dengan mata berkaca-kaca di RSUD dr. Haryoto. Ia menyebut suaminya sempat mencoba meredam emosi lawan dengan mengajaknya berbicara baik-baik di rumah.
"Baru pulang ngarit langsung diadang. Sudah diajak suami ke rumah, tapi dia (Wasil) tidak mau. Malah minta carok di kebun sengon," ujar Saniyeh dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ajakan damai itu ditepis. Kedua pria ini pun bergerak menuju area kebun sengon yang sepi, tak jauh dari kediaman mereka. Di sanalah, denting senjata tajam beradu di sela-sela pohon.
Duel tersebut berlangsung brutal. Abdul Karim tewas bersimbah darah setelah terkena sabetan senjata tajam tepat di bagian kepala belakang.
Baca Juga: Kakak Beradik di Ngawi Tewas Tergilas Truk Saat Hujan Deras, Pelaku Kabur
Sementara itu, Wasil tak juga luput dari luka. Ia menderita luka bacok serius di bagian perut yang membuatnya tersungkur dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.
Hingga saat ini, belum ada yang tahu pasti apa yang memicu api amarah di hati Wasil hingga tega menantang saudaranya sendiri bertaruh nyawa. Kepala Desa Sumberwringin, Kasim, mengaku terkejut karena selama ini hubungan keduanya diketahui sebagai kerabat dekat.
"Penyebab pastinya kami belum tahu, tapi yang jelas mereka ini masih bersaudara," ujar Kasim singkat saat ditemui di lokasi.
Pihak kepolisian dari Polres Lumajang kini telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara. Kanit Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, menegaskan bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi carok berdarah ini.
"Kami masih selidiki terkait kejadian duel senjata tajam ini. Satu orang dipastikan meninggal dunia, dan kami masih mengumpulkan bukti serta keterangan saksi-saksi," pungkas AKP Pras.
Berita Terkait
-
Kakak Beradik di Ngawi Tewas Tergilas Truk Saat Hujan Deras, Pelaku Kabur
-
Penyelidikan Polisi atas Kematian Bocah 6 Tahun di Kolam Renang Jati Sewu Gresik
-
Tiga Sahabat Tewas Terpental Dihantam Fuso di Jombang, Sopir Truk Melarikan diri
-
Pemuda Trowulan Tewas Usai Tabrak Truk Diam di Bahu Jalan Sambiroto Mojokerto
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana