Wakos Reza Gautama
Rabu, 20 Mei 2026 | 08:39 WIB
Ilustrasi mayat anak. Bocah berinisial RPR (6) ditemukan meninggal dunia di kolam renang wisata Jati Sewu, Gresik, pada Minggu (17/5/2026). [Antara]
Baca 10 detik
  • Bocah berinisial RPR (6) ditemukan meninggal dunia di kolam renang wisata Jati Sewu, Gresik, pada Minggu (17/5/2026).
  • Satreskrim Polres Gresik sedang melakukan penyelidikan intensif, termasuk olah TKP dan pemeriksaan saksi, untuk mengungkap dugaan kelalaian.
  • Pihak pengelola wisata telah memberikan santunan, namun proses hukum tetap berjalan untuk memastikan penyebab kematian korban tersebut.

SuaraJatim.id - Suasana riang di kawasan wisata kolam renang Jati Sewu di Desa Pengalangan, Menganti, Gresik berubah menjadi kepanikan pada Minggu (17/5/2026) siang.

Tubuh kecil RPR (6) ditemukan tak lagi berdaya di dasar kolam. Bocah asal Desa Mulung, Driyorejo itu mengembuskan napas terakhirnya di tengah keriuhan pengunjung.

Satreskrim Polres Gresik tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan apakah kematian tragis RPR murni musibah atau ada celah kelalaian yang fatal.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi dini. Tim penyidik terus berjibaku mengumpulkan kepingan petunjuk, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan rekaman CCTV, hingga membedah keterangan dari tiga saksi kunci.

"Penyelidikan masih berlangsung. Kami tengah melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap dan mengungkap kemungkinan adanya faktor kelalaian," ujar AKBP Ramadhan, Selasa (19/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Saat petugas tiba di lokasi tak lama setelah kejadian, RPR sudah dievakuasi ke RSUS Bhakti Darma Husada Surabaya dalam upaya penyelamatan terakhir.

Sayang, takdir berkata lain. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil medis resmi untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

Di sisi lain, pihak pengelola wisata Jati Sewu mencoba menunjukkan tanggung jawab moralnya. Mereka dilaporkan telah mendatangi rumah duka untuk memberikan santunan dan belasungkawa kepada keluarga korban. Namun, proses hukum dipastikan tetap berjalan demi tegaknya keadilan dan keamanan publik.

Tragedi yang menimpa RPR seolah menjadi alarm keras bagi pengelola wisata air di Gresik dan sekitarnya. Di tengah tren wisata keluarga yang kian ramai saat akhir pekan, pengawasan ketat dan standar keselamatan (life guard) bukan lagi sekadar formalitas, melainkan harga mati.

Baca Juga: Tiga Sahabat Tewas Terpental Dihantam Fuso di Jombang, Sopir Truk Melarikan diri

Kini, masyarakat menanti hasil penyelidikan Polres Gresik. Semua berharap, dibalik duka yang menyelimuti keluarga RPR, ada pelajaran berharga yang dipetik agar tidak ada lagi tawa anak-anak yang harus padam di dasar kolam.

"Tim kami masih bekerja di lapangan untuk mencari bukti pendukung lainnya. Mohon waktu agar semuanya menjadi terang," pungkas Kapolres.

Load More