- Sebanyak 993 calon jemaah haji asal Kabupaten Situbondo dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 14 Mei 2026.
- Lima orang batal berangkat karena kendala kesehatan dan meninggal dunia dari total kuota awal 998 jemaah.
- Pemerintah menyiapkan 26 bus untuk mengantar jemaah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya dalam empat kelompok terbang.
SuaraJatim.id - Ibadah haji adalah tentang panggilan. Namun, bagi sebagian orang, panggilan itu harus tertunda tepat saat gerbang keberangkatan sudah di depan mata. Di Kabupaten Situbondo, suasana haru menyelimuti persiapan akhir keberangkatan tamu-tamu Allah tahun 2026.
Dari semula 998 orang yang dijadwalkan berangkat, tercatat sebanyak lima kursi kini terpaksa ditinggalkan. Garis takdir berkata lain.
Empat orang jemaah calon haji harus mengurungkan niat karena kondisi kesehatan yang menurun drastis, sementara satu jemaah lainnya telah berpulang ke Rahmatullah sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi, menjelaskan bahwa daftar jemaah calon haji memang bersifat dinamis hingga hari pemberangkatan.
"Sampai hari ini, jumlah calon haji yang siap berangkat ada 993 orang. Pengurangan lima orang ini murni karena alasan kesehatan dan meninggal dunia," ujar Rif’an dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Lantas, bagaimana dengan kursi kosong yang ditinggalkan? Rif’an menjelaskan bahwa kewenangan pengisian sisa kuota tersebut berada di tangan Embarkasi Surabaya.
Kursi tersebut bisa saja diisi oleh jamaah cadangan asal Situbondo atau jamaah dari daerah lain di Jawa Timur yang masuk dalam daftar tunggu prioritas.
Meski ada kabar duka, persiapan bagi 993 jamaah lainnya terus dipacu. Pemerintah Kabupaten Situbondo tidak main-main dalam memfasilitasi warganya.
Sebanyak 26 unit bus, termasuk bus cadangan, telah disiagakan untuk mengangkut jamaah menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Baca Juga: Bikin Panik, Kemenhaj Pastikan Video Viral Jemaah Calon Haji Pacitan Tersesat di Mekkah Hoaks
Sesuai jadwal, rombongan besar ini akan bertolak pada 14 Mei mendatang. Mereka terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 87, 88, 89, dan 90.
"Untuk Kloter 88 dan 89, seluruhnya berisi jamaah asli Situbondo. Sementara Kloter 87 akan bergabung dengan jamaah dari Bondowoso, dan Kloter 90 akan berbagi ruang dengan jamaah asal Jember," tambah Rif’an. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bikin Panik, Kemenhaj Pastikan Video Viral Jemaah Calon Haji Pacitan Tersesat di Mekkah Hoaks
-
Pohon Raksasa Tiba-tiba Roboh Menutup Jalur Suboh-Bondowoso
-
Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
-
Kepanikan Pecah di Jabal Magnet: 47 Jemaah Calon Haji Probolinggo Alami Kecelakaan Bus
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
-
Pasien Gaib dan Tagihan Palsu: Skandal Besar Korupsi JKN Jember Terbongkar
-
Penjual Es Hingga Penjaga Warkop Ikut Diciduk Polisi Saat Demo di Grahadi
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya