Wakos Reza Gautama
Rabu, 06 Mei 2026 | 12:44 WIB
Ilustrasi Pembunuhan. Seorang menantu diduga melakukan penganiayaan berat terhadap mertua dan istrinya di Dusun Tempuran, Mojokerto, Rabu (6/5/2026). [Antara]
Baca 10 detik
  • Seorang menantu diduga melakukan penganiayaan berat terhadap mertua dan istrinya di Dusun Tempuran, Mojokerto, Rabu (6/5/2026).
  • Akibat serangan senjata tajam tersebut, sang ibu meninggal dunia sementara putrinya mengalami luka serius dan kritis.
  • Polres Mojokerto telah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini sedang melakukan pengejaran untuk proses hukum.

SuaraJatim.id - Sebuah rumah di Dusun Tempuran, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, yang seharusnya menjadi tempat bernaung paling aman, justru berubah menjadi saksi bisu aksi penganiayaan brutal yang mengguncang nurani.

Rabu (6/5/2026), seorang ibu paruh baya ditemukan terbujur kaku dengan luka mengerikan di bagian leher. Tak jauh darinya, sang anak perempuan, yang juga istri dari terduga pelaku, tergeletak bersimbah darah.

Meski menderita luka berat di wajah dan leher, nyawanya masih tertolong, membawa sisa-sisa trauma yang mungkin takkan pernah terhapus.

Aktor di balik tragedi berdarah ini diduga kuat adalah menantu korban sendiri. Pria yang seharusnya menjadi pelindung keluarga itu justru diduga menjadi eksekutor tunggal sebelum akhirnya melarikan diri ke tengah kepanikan warga.

Pihak Polres Mojokerto langsung bergerak cepat. Garis polisi kini melintang di depan lokasi kejadian, sementara Tim Inafis sibuk mengumpulkan kepingan bukti dari jejak-jejak kekerasan yang tertinggal.

"Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 09.00 WIB. Ada dugaan penganiayaan berat yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya luka serius," ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Jenazah sang ibu dibawa menuju RSUD Pusdik Watukosek, Porong, untuk menjalani autopsi.

Sementara itu, sang anak yang berhasil selamat kini tengah berjuang melewati masa kritis di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari. Penanganan medis intensif terus diberikan untuk menutup luka-luka akibat senjata tajam yang menghujam tubuhnya.

AKP Aldhino menegaskan bahwa identitas pelaku sudah dikantongi. Hubungan keluarga antara pelaku dan para korban menjadikan kasus ini sebagai potret kelam kekerasan domestik yang berujung maut.

Baca Juga: Beban Berat di Balik Pintu Kos: Surat Terakhir Pemuda Tulungagung yang Gantung Diri

Tim buser Polres Mojokerto masih menyisir berbagai titik yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku. Polisi berjanji tidak akan membiarkan pelaku bernapas lega.

"Kami terus melakukan pengejaran. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," tegas AKP Aldhino.

Load More