Wakos Reza Gautama
Senin, 04 Mei 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi gantung diri. Pria asal Tulungagung ditemukan meninggal dunia di kamar kos wilayah Ngoro Mojokerto. [flickr]
Baca 10 detik
  • Seorang pemuda berinisial MUF (24) ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Desa Wonosari, Mojokerto, Senin (4/5/2026).
  • Korban diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan mental yang hebat karena terlilit utang sebesar Rp26 juta berdasarkan surat wasiat.
  • Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada jenazah sebelum dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk proses visum.

SuaraJatim.id - Pagi itu, Senin (4/5/2026), suasana di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, mendadak mencekam. Bau tidak sedap yang menguar dari salah satu kamar indekos memicu kecurigaan para penghuni.

Aroma itu bukan sekadar sampah yang terlupa, melainkan pertanda dari sebuah tragedi yang telah tersimpan rapat selama tiga hari di balik pintu yang terkunci dari dalam.

MUF (24), pemuda asal Tulungagung, ditemukan sudah tak bernyawa. Ia memilih mengakhiri hidupnya di ujung seutas tali rafia merah yang terikat di pintu kamar mandi.

Jejak terakhir MUF terekam pada Jumat sore (1/5/2026). Sepulang kerja, ia masuk ke kamarnya dan tak pernah lagi terlihat keluar.

Kegelisahan sebenarnya sudah mulai merayap sejak Minggu malam, ketika seorang perempuan berinisial Fi, kekasih korban, menghubungi pemilik kos dengan suara cemas.

Fi mencari MUF yang mendadak hilang bak ditelan bumi. Telepon tak diangkat, pesan tak dibalas. Namun, saat itu pemilik kos hanya mendapati kamar dalam kondisi gelap dan sunyi. Tak ada yang menyangka, di dalam kegelapan itu, MUF sedang bergulat dengan beban hidup yang teramat sangat.

Saat polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebuah pemandangan memilukan tersaji. Di antara dompet, ponsel, dan barang-barang pribadi lainnya, ditemukan sebuah surat tulisan tangan. Surat itu menjadi saksi bisu alasan di balik keputusan nekat pemuda berusia 24 tahun tersebut.

Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, mengungkapkan bahwa dalam surat tersebut Usma menuliskan permintaan maaf yang mendalam kepada orang tuanya. Ia juga membuat pengakuan jujur yang menyesakkan dada. Dia terjerat utang sebesar Rp26 juta.

"Selain surat permintaan maaf, kami juga menemukan surat gadai atas nama korban. Diduga kuat, korban mengalami tekanan mental yang hebat akibat beban hutang dan persoalan pribadi tersebut," ujar Kompol Heru dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan, Pilih Sapi Kualitas Unggul Hampir 1 Ton untuk Kurban Idul Adha

Di lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sebuah ember plastik yang diduga menjadi pijakan terakhir MUF sebelum ia menyerah pada keadaan.

Tim medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, memperkuat dugaan bahwa ini adalah murni tindakan bunuh diri akibat depresi.

Kini, jenazah MUF telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk menjalani visum.

Catatan Redaksi:

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental atau pihak berwajib setempat. Anda tidak sendirian.

Load More