- Seorang pria menggerebek istrinya yang merupakan ASN bersama pria lain di pusat perbelanjaan Kota Probolinggo, Rabu (22/4/2026).
- Dua oknum ASN dari Puskesmas Krejengan tersebut diduga terlibat hubungan asmara terlarang sejak awal tahun 2026 yang lalu.
- Pemerintah Kabupaten Probolinggo sedang melakukan pemeriksaan intensif melalui Inspektorat dan BKSDM untuk menentukan sanksi administratif bagi pelaku.
SuaraJatim.id - Riuh rendah suara pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo mendadak berubah menjadi ketegangan pada Rabu (22/4/2026) sore.
Di tengah deretan toko dan hiruk-pikuk warga, sebuah drama kehidupan nyata meledak. Seorang pria berinisial HD memergoki pemandangan yang menghancurkan hatinya. Sang istri tengah bersama pria lain.
Video pertengkaran hebat itu dalam sekejap "bermigrasi" ke layar ponsel warga, viral dengan narasi liar tentang penggerebekan.
Namun, yang membuat publik terhenyak bukan sekadar kericuhannya, melainkan identitas mereka yang terlibat. Belakangan terkuak, sang perempuan adalah IT, seorang perawat, sementara pria yang bersamanya adalah JJ, petugas tata usaha.
Keduanya merupakan abdi negara (ASN) yang bertugas di Puskesmas Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Kabut gelap yang menyelimuti hubungan IT dan JJ disebut-sebut tidak muncul dalam semalam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, "benih-benih" kedekatan mereka mulai terendus sejak awal 2026. Konon, jalinan asmara terlarang itu bermula dari komunikasi intens saat IT sedang menghadapi badai dalam rumah tangganya.
Alih-alih menemukan solusi profesional, relasi di lingkungan kerja itu diduga melampaui batas kewajaran. Kabar burung menyebutkan bahwa upaya mediasi sempat dilakukan di Polsek Krejengan untuk meredam konflik internal ini, namun api masalah tampaknya terlalu besar untuk dipadamkan begitu saja hingga akhirnya meletus di ruang publik.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun tak tinggal diam melihat citra institusi dipertaruhkan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, bergerak cepat memberikan respons tegas namun tetap terukur.
"Kami percepat pendalaman. Tapi harus hati-hati, karena ini masih praduga. Kami belum bisa menyimpulkan," ungkap Ugas dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga: Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
Meski mengedepankan asas praduga tak bersalah, Ugas memastikan bahwa aturan ASN akan tegak lurus. Jika bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Inspektorat dan BKSDM menyatakan keduanya bersalah, "palu" sanksi siap dijatuhkan. Mulai dari sanksi administratif hingga mutasi jabatan yang bisa menghambat karier keduanya di masa depan.
Ternyata, sebelum video tersebut viral di jagat maya, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo sudah mencium aroma tak sedap ini. JJ dan IT dikabarkan telah menjalani pemeriksaan awal melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Kini, nasib kedua abdi negara itu berada di tangan tim teknis. "Saat ini prosesnya di Inspektorat dan BKSDM. Nanti diputuskan berdasarkan bukti dan keterangan saksi," pungkas Ugas.
Berita Terkait
-
Bus Haji Probolinggo Seruduk Rombongan Bekasi, Satu Jemaah Masih Berjuang di RS Al-Hayat
-
Kepanikan Pecah di Jabal Magnet: 47 Jemaah Calon Haji Probolinggo Alami Kecelakaan Bus
-
Aksi Brutal Mr X di Kamar Kos Probolinggo: Saat Tidur Jadi Tragedi Berdarah dan Pengkhianatan
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Blunder Admin KDMP di Blitar Viral, Berujung Maaf dari Sang Ketua
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau
-
Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk
-
Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan
-
Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas