- Admin Koperasi Desa Merah Putih di Blitar viral karena membalas kritik netizen dengan kalimat tidak sopan pada April 2026.
- Ketua KDMP Agus Daryanto meminta maaf setelah unggahan tersebut menuai kecaman keras dari ratusan akun media sosial nasional.
- Klarifikasi menyebutkan bahwa sikap defensif tim muncul karena bangga koperasi dibangun mandiri tanpa bantuan dana pemerintah pusat.
SuaraJatim.id - Jari-jemari admin media sosial sering kali menjadi pedang bermata dua. Ia bisa membangun citra, namun dalam sekejap bisa meruntuhkan reputasi.
Inilah yang dialami Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngoran, Kabupaten Blitar, yang mendadak jadi sorotan nasional bukan karena prestasinya, melainkan karena balasan menohok sang admin di platform TikTok.
Segalanya bermula dari sebuah komentar kritis. Akun @faisal Nugra*** menyuarakan kegelisahannya di kolom komentar KDMP, mengkritik kehadiran barang-barang retail yang dianggap bisa mematikan UMKM lokal. Ia menyarankan agar koperasi hanya menjual produk hasil bumi desa.
Bukannya jawaban diplomatis yang didapat, sang admin justru melontarkan kalimat yang menyulut api kemarahan netizen. "Hedeh selain donatur dilarang ngatur," tulisnya, lengkap dengan emotikon tertawa.
Kalimat singkat itu seketika menjadi bumerang. Netizen yang tersinggung langsung menyerbu. Isu ini pun bergeser dari sekadar debat UMKM menjadi perdebatan soal etika komunikasi publik dan asal-usul anggaran negara.
"Cacat logika, coba dipikir anggaran KDMP itu dari mana kalau tidak dari APBN yang duitnya dari pajak kita," balas Faisal kembali, mewakili kegeraman kolektif ratusan akun lainnya. Tercatat, hingga Sabtu (18/04/2026), lebih dari 400 kritik pedas membanjiri unggahan tersebut.
Melihat situasi yang semakin tak terkendali, Ketua KDMP Ngoran, Agus Daryanto, akhirnya turun tangan. Dalam klarifikasi resminya, Agus tidak hanya meminta maaf, tetapi juga menyingkap tabir di balik sikap defensif timnya.
Ternyata, ada rasa bangga yang berlebihan yang meluap menjadi sikap protektif. Agus menjelaskan bahwa KDMP Ngoran dibangun murni dari peluh dan swadaya warga, tanpa sepeser pun bantuan dana pemerintah hingga saat ini.
"Bahasa yang dianggap sarkas itu sebenarnya adalah perwujudan dari semangat kami. Semangat menunjukkan bahwa KDMP sudah berjalan secara mandiri, biarpun support dana dari pemerintah itu belum ada," ungkap Agus dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga: Geger Tagar Pamekasan Viral: Polisi Buru Penyebar Video 4 Menit Pelajar SMP
Sejak dirintis pada 25 Mei 2025, koperasi ini memang menunjukkan performa yang impresif. Berawal dari 18 anggota dengan dana awal belasan juta rupiah, mereka berhasil memutar modal hingga tumbuh menjadi Rp 25,25 juta dan mencatatkan laba bersih perdana sebesar Rp 915.000 di akhir tahun pembukuan 2025.
Kemandirian inilah yang diduga membuat tim admin merasa "memiliki" sepenuhnya koperasi tersebut hingga lupa pada etika komunikasi publik.
Meski memiliki alasan di balik sikap tersebut, Agus menyadari bahwa dalam dunia digital, narasi adalah segalanya. Keberhasilan ekonomi kerakyatan yang mereka bangun bisa tertutup oleh satu komentar yang kurang bijak.
"Saya mewakili pengurus, jika ada pernyataan yang kurang arif dan bijaksana, kami mohon maaf," pungkas Agus Daryanto.
Berita Terkait
-
Geger Tagar Pamekasan Viral: Polisi Buru Penyebar Video 4 Menit Pelajar SMP
-
Viral Review Jujur Influencer Soal Alun-Alun Blitar Dibalas Review Tandingan Mas Ibin
-
Tragedi di Tikungan Desa Soso Blitar: Ketika Hilang Fokus Berujung Maut
-
Dompet Kosong, Orang Ketiga Datang: Potret Pilu Lonjakan Cerai Gugat di PA Blitar Awal 2026
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Akhir Drama Keluarga di Tulungagung: Tangis Bahagia Pasutri Beda Negara Bisa Peluk Kembali Buah Hati
-
KPK 'Obrak-abrik' Surabaya dan Tulungagung: Jejak Panas Gatut Sunu dan Temuan Uang di Kantor Setda
-
Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kepala Dinas ESDM Jatim, Pastikan Pelayanan Publik Bidang ESDM Baik
-
Anak Laporkan Ibu Kandung di Tulungagung: Drama Perebutan Hak Asuh yang Berujung di Meja Polisi
-
Amarah Berujung Maut: Nenek di Kediri Menghajar Cucu dengan Kayu Hingga Tewas karena Ogah Makan