Wakos Reza Gautama
Sabtu, 18 April 2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi koperasi desa merah putih. Jagat media sosial, khususnya platform TikTok, baru-baru ini diramaikan oleh balasan menohok dari admin akun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Komentar yang menyiratkan pesan “selain donatur tak boleh ngatur” memicu beragam reaksi dari netizen yang menilainya terlalu sarkas. [Ist]
Baca 10 detik
  • Admin Koperasi Desa Merah Putih di Blitar viral karena membalas kritik netizen dengan kalimat tidak sopan pada April 2026.
  • Ketua KDMP Agus Daryanto meminta maaf setelah unggahan tersebut menuai kecaman keras dari ratusan akun media sosial nasional.
  • Klarifikasi menyebutkan bahwa sikap defensif tim muncul karena bangga koperasi dibangun mandiri tanpa bantuan dana pemerintah pusat.

SuaraJatim.id - Jari-jemari admin media sosial sering kali menjadi pedang bermata dua. Ia bisa membangun citra, namun dalam sekejap bisa meruntuhkan reputasi.

Inilah yang dialami Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngoran, Kabupaten Blitar, yang mendadak jadi sorotan nasional bukan karena prestasinya, melainkan karena balasan menohok sang admin di platform TikTok.

Segalanya bermula dari sebuah komentar kritis. Akun @faisal Nugra*** menyuarakan kegelisahannya di kolom komentar KDMP, mengkritik kehadiran barang-barang retail yang dianggap bisa mematikan UMKM lokal. Ia menyarankan agar koperasi hanya menjual produk hasil bumi desa.

Bukannya jawaban diplomatis yang didapat, sang admin justru melontarkan kalimat yang menyulut api kemarahan netizen. "Hedeh selain donatur dilarang ngatur," tulisnya, lengkap dengan emotikon tertawa.

Kalimat singkat itu seketika menjadi bumerang. Netizen yang tersinggung langsung menyerbu. Isu ini pun bergeser dari sekadar debat UMKM menjadi perdebatan soal etika komunikasi publik dan asal-usul anggaran negara.

"Cacat logika, coba dipikir anggaran KDMP itu dari mana kalau tidak dari APBN yang duitnya dari pajak kita," balas Faisal kembali, mewakili kegeraman kolektif ratusan akun lainnya. Tercatat, hingga Sabtu (18/04/2026), lebih dari 400 kritik pedas membanjiri unggahan tersebut.

Melihat situasi yang semakin tak terkendali, Ketua KDMP Ngoran, Agus Daryanto, akhirnya turun tangan. Dalam klarifikasi resminya, Agus tidak hanya meminta maaf, tetapi juga menyingkap tabir di balik sikap defensif timnya.

Ternyata, ada rasa bangga yang berlebihan yang meluap menjadi sikap protektif. Agus menjelaskan bahwa KDMP Ngoran dibangun murni dari peluh dan swadaya warga, tanpa sepeser pun bantuan dana pemerintah hingga saat ini.

"Bahasa yang dianggap sarkas itu sebenarnya adalah perwujudan dari semangat kami. Semangat menunjukkan bahwa KDMP sudah berjalan secara mandiri, biarpun support dana dari pemerintah itu belum ada," ungkap Agus dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga: Geger Tagar Pamekasan Viral: Polisi Buru Penyebar Video 4 Menit Pelajar SMP

Sejak dirintis pada 25 Mei 2025, koperasi ini memang menunjukkan performa yang impresif. Berawal dari 18 anggota dengan dana awal belasan juta rupiah, mereka berhasil memutar modal hingga tumbuh menjadi Rp 25,25 juta dan mencatatkan laba bersih perdana sebesar Rp 915.000 di akhir tahun pembukuan 2025.

Kemandirian inilah yang diduga membuat tim admin merasa "memiliki" sepenuhnya koperasi tersebut hingga lupa pada etika komunikasi publik.

Meski memiliki alasan di balik sikap tersebut, Agus menyadari bahwa dalam dunia digital, narasi adalah segalanya. Keberhasilan ekonomi kerakyatan yang mereka bangun bisa tertutup oleh satu komentar yang kurang bijak.

"Saya mewakili pengurus, jika ada pernyataan yang kurang arif dan bijaksana, kami mohon maaf," pungkas Agus Daryanto.

Load More