- Yayuk Setiawati mengalami dugaan malapraktik akibat kain kasa tertinggal di ketiak setelah menjalani operasi tumor di RS Era Medika.
- Korban melaporkan pihak RS Era Medika ke Polres Tulungagung setelah menemukan benda asing tersebut saat bekerja di Singapura.
- Dinas Kesehatan Tulungagung menghentikan mediasi dan beralih mengawal proses hukum serta siap menjadi saksi ahli dalam kasus ini.
SuaraJatim.id - Bagi Yayuk Setiawati (49), keberangkatannya ke Singapura beberapa waktu lalu adalah langkah besar untuk menyongsong masa depan ekonomi yang lebih baik.
Namun, siapa sangka, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Tulungagung ini tidak terbang sendirian. Di balik bekas luka operasi di ketiaknya, tersimpan selembar kain kasa medis yang tertinggal.
Tragedi ini bermula di ruang operasi RS Era Medika, saat Yayuk menjalani prosedur pengangkatan tumor jinak. Usai operasi, harapan untuk sembuh sempat membuncah.
Beberapa kali kontrol medis dilalui, hingga akhirnya pihak rumah sakit menyatakan dirinya sembuh total. Dengan keyakinan itu, Yayuk berangkat memenuhi kontrak kerjanya sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura.
Baru dua pekan bergelut dengan pekerjaan di Singapura, kenyamanan Yayuk terusik. Bekas luka operasi yang seharusnya sudah mengering justru mulai membengkak dan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.
Di sebuah klinik di Singapura, tabir kelam itu akhirnya terbuka. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya benda asing di dalam luka operasinya, sebuah kain kasa yang diduga terlupa saat penutupan luka di meja operasi.
Kini, kasus yang membelit RS Era Medika tersebut telah resmi bergulir ke ranah hukum. Yayuk, didampingi kuasa hukumnya, telah melaporkan dugaan malapraktik ini ke Polres Tulungagung.
Merespons kegaduhan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung langsung bergerak cepat. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, menyatakan pihaknya telah memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari pasien, manajemen rumah sakit, hingga dokter yang mengoperasi Yayuk.
"Kami awalnya merencanakan mediasi antara kedua belah pihak. Namun, karena pasien sudah melaporkan kasus ini ke Polres Tulungagung, maka fungsi kami kini beralih menjadi pengawasan dan pendampingan proses hukum," ujar Aris pada Rabu (6/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga: Gaji Dipotong, BPJS Tak Disetor: Jeritan Puluhan Pekerja Konstruksi Tulungagung
Aris menekankan bahwa setiap tindakan medis seharusnya terekam dengan jelas dalam catatan medis pasien. Namun, mengenai mengapa kain kasa tersebut bisa tertinggal di bawah jaringan kulit ketiak pasien, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim ahli medis untuk memberikan penjelasan teknis dalam proses penyidikan nanti.
Diskes Tulungagung kini hanya bisa mengeluarkan rekomendasi dan melaporkan insiden ini ke Dinkes Provinsi Jawa Timur.
Meski peran mediasi mereka terhenti oleh laporan polisi, Aris menegaskan bahwa Dinkes akan hadir sebagai saksi ahli jika dibutuhkan oleh kepolisian guna membantu proses penyelidikan.
"Karena sudah masuk ke ranah polisi, kami tinggal mengawal kasus ini hingga tuntas," tambahnya.
Berita Terkait
-
Gaji Dipotong, BPJS Tak Disetor: Jeritan Puluhan Pekerja Konstruksi Tulungagung
-
Akhir Drama Keluarga di Tulungagung: Tangis Bahagia Pasutri Beda Negara Bisa Peluk Kembali Buah Hati
-
KPK 'Obrak-abrik' Surabaya dan Tulungagung: Jejak Panas Gatut Sunu dan Temuan Uang di Kantor Setda
-
Anak Laporkan Ibu Kandung di Tulungagung: Drama Perebutan Hak Asuh yang Berujung di Meja Polisi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
-
Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya
-
Apoteka Bahagia Medifarma Gelar Skrining Kesehatan Terpadu di Surabaya
-
THL Dishub Surabaya Diduga Jual Kursi Pegawai Rp20 Juta, Uang Mengalir ke Oknum Satpol PP