- Pada Jumat (17/4/2026), seorang ibu berinisial RAI melaporkan ibu kandungnya, AN, ke Polres Tulungagung terkait sengketa hak asuh anak.
- Konflik keluarga sejak tahun 2025 memutus akses RAI untuk bertemu putranya, YYK, yang selama ini diasuh oleh sang nenek.
- Polres Tulungagung memfasilitasi proses mediasi untuk menyelesaikan sengketa hak asuh anak tersebut demi mencari solusi terbaik bagi kedua pihak.
SuaraJatim.id - Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tulungagung biasanya riuh oleh laporan kekerasan. Namun, pada Jumat (17/4/2026), suasana di sana terasa berbeda, lebih sunyi, namun penuh dengan ketegangan emosional yang menyesakkan dada.
Di sana, seorang ibu berinisial RAI (30) harus berhadapan secara hukum dengan wanita yang melahirkannya, AN (57).
Ini bukan soal harta, melainkan tentang YYK, bocah laki-laki berusia enam tahun yang kini menjadi pusat dari "perang dingin" antara ibu dan neneknya.
Kisah ini bermula saat RAI harus merantau ke luar daerah demi menyambung hidup. Selama empat tahun, YYK tumbuh besar dalam asuhan hangat neneknya, AN, dan kakek tirinya di Tulungagung.
Selama itu pula, hubungan mereka tampak baik-baik saja. Kiriman biaya hidup rutin mengalir, dan komunikasi lewat layar ponsel menjadi penawar rindu.
Namun, badai datang pada tahun 2025. Sebuah konflik internal keluarga, yang enggan dirinci, memutus jembatan komunikasi tersebut. Sejak saat itu, akses RAI untuk menemui darah dagingnya sendiri seolah tertutup tembok tinggi.
"Sejak konflik itu, kami kesulitan bertemu anak kami. Bahkan saat mencoba menemui, anak terlihat takut," tutur RAI.
Ada dugaan pilu di hatinya, mungkinkah sang anak telah dipengaruhi agar merasa asing dengan ibu kandungnya sendiri?
Setelah dua kali upaya mediasi lewat UPTD PPA Tulungagung menemui jalan buntu, RAI akhirnya mengambil langkah ekstrem yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya yaitu melaporkan ibu kandungnya ke polisi.
Di mata hukum, posisi RAI cukup kuat. Kuasa hukumnya, Fitri Erna, menegaskan bahwa secara prinsip hukum dan Kompilasi Hukum Islam, hak asuh anak di bawah 12 tahun jatuh ke tangan ibu kandung, apalagi RAI kini telah rujuk dengan suaminya, OAK (40), seorang warga negara Turki.
Baca Juga: Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
"Klien kami ingin mengambil penuh hak asuh anaknya untuk dibawa dan dibesarkan di Turki," jelas Fitri.
Namun, di balik teks undang-undang yang kaku, ada seorang nenek yang telah mendedikasikan empat tahun hidupnya untuk merawat sang cucu siang dan malam. Bagi sang nenek, melepas YYK mungkin terasa seperti kehilangan separuh nyawanya.
Pihak Polres Tulungagung kini berada di posisi yang sulit. Di satu sisi, ada laporan hukum yang harus diproses, namun di sisi lain, ada keutuhan keluarga yang sedang dipertaruhkan.
“Proses mediasi masih berlangsung. Kami memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nyanang Murdianto. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
-
Jatim Hattrick OTT KPK, Wagub Emil Soroti Moralitas Personal: Dalamnya Hati Siapa yang Tahu?
-
Disegel KPK, Plt Bupati Tulungagung Belum Bisa Berkantor di Pendopo
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?
-
Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih
-
Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun
-
GM FKPPI Jatim Desak Aktor Intelektual Dugaan Penyadapan Prabowo Dibongkar
-
Media Luar Negeri Ikut Soroti Penangkapan Listyo Sigit Prabowo