- Komisi Pemberantasan Korupsi menyegel Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso di Tulungagung terkait proses penyelidikan kasus dugaan korupsi yang sedang berlangsung.
- Plt Bupati Ahmad Baharudin terpaksa memindahkan operasional kerja ke ruang Sekretariat Daerah dan rumah dinas Wakil Bupati Tulungagung.
- Enam titik vital birokrasi, termasuk Dinas PUPR, ditutup sementara demi kepentingan penyelidikan namun pelayanan masyarakat tetap diupayakan berjalan.
SuaraJatim.id - Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso biasanya menjadi simbol wibawa dan pusat denyut nadi pemerintahan di Tulungagung.
Namun belakangan ini, suasana di sana mendadak sunyi, dibalut ketegangan yang kasat mata. Garis merah bertuliskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melintang tegas, mengubah "istana" rakyat itu menjadi zona terlarang.
Nasib ironis kini dialami oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Pria yang akrab disapa Abah ini harus rela menjadi "musafir" di wilayahnya sendiri.
Alih-alih menempati ruang kerja megah atau beristirahat di rumah dinas bupati yang semestinya, ia terpaksa mengungsi ke ruang Sekretariat Daerah (Setda) dan rumah dinas Wakil Bupati.
"Ya, sementara belum bisa masuk. Kami berkantor di ruang Setda dan rumah dinas Wabup dulu," ujar Baharudin, Selasa (21/5).
Penyegelan oleh tim antirasuah ini bukan sekadar urusan simbolis. Dampaknya merembet ke lorong-lorong birokrasi. Setidaknya ada enam titik vital yang kini "mati suri" di bawah kendali segel KPK.
Mulai dari ruang pengadaan barang dan jasa, hingga empat ruangan strategis di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk ruang kepala dinas, bina marga, dan sumber daya air.
Pemandangan di kantor pemkab pun berubah. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ruangannya terjamah segel tampak sibuk memindahkan tumpukan berkas dan perangkat kerja ke sudut-sudut lain yang masih tersedia.
"Jumlah ASN (yang terdampak) kami belum tahu pasti. Secara otomatis, mereka harus menempati ruangan lain agar pelayanan tetap berjalan," tambah Baharudin.
Baca Juga: Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
Meski ruangan kerja bupati di dalam pendopo masih menjadi area steril untuk kepentingan penyelidikan, Baharudin memastikan bahwa roda pemerintahan tidak boleh terhenti hanya karena pintu-pintu yang terkunci.
Bagi Baharudin, "pengusiran" sementara dari kantornya adalah ujian manajerial. Di tengah bayang-bayang penyelidikan KPK yang masih berlangsung, ia terus memompa semangat bawahannya agar tidak kehilangan fokus dalam melayani masyarakat.
"Kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan maksimal. Seluruh ASN harus tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya," tegasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Drama OTT Tulungagung: Tak Hanya Bupati, Sang Adik Kandung Legislator PDIP Ikut Diboyong KPK
-
7 Fakta Profil dan Kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Kena OTT KPK
-
KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Ini 7 Fakta Lengkapnya
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026