Wakos Reza Gautama
Sabtu, 11 April 2026 | 18:48 WIB
Jatmiko Dwi Seputro, anggota DPRD Tulungagung yang juga adik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ikut diamankan KPK. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • KPK melakukan operasi tangkap tangan di Tulungagung pada Jumat, 10 April 2026, terkait dugaan praktik suap proyek atau jabatan.
  • Sebanyak tiga belas orang, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo dan anggota DPRD Jatmiko Dwi Seputro, dibawa ke Jakarta.
  • Penyidik KPK menyita barang bukti uang ratusan juta rupiah serta memeriksa belasan pejabat daerah guna mendalami keterlibatan pihak terkait.

SuaraJatim.id - Gerbang Gedung Merah Putih KPK di Jakarta kembali menyambut tamu tak diundang dari Jawa Timur. Kali ini, sebuah bus membawa rombongan dari Tulungagung setelah operasi senyap yang berlangsung dramatis sejak Jumat (10/4/2026) sore.

Di antara 13 orang yang turun dengan wajah tertunduk, perhatian publik tertuju pada dua sosok utama yaitu sang Bupati, Gatut Sunu Wibowo, dan adik kandungnya sendiri, Jatmiko Dwi Seputro.

Penangkapan Jatmiko menjadi bumbu pedas dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) kali ini. Bukan sekadar warga biasa, Jatmiko adalah politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Tulungagung periode 2024–2029 yang baru saja menjabat.

Hubungan darah antara sang eksekutif dan legislator ini menambah dimensi baru dalam dugaan gurita suap di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Drama ini bermula saat tim penindak KPK bergerak di wilayah Tulungagung pada Jumat (10/4/2026) sore. Uang tunai senilai ratusan juta rupiah, yang diduga sebagai pelicin proyek atau jabatan, berhasil diamankan sebagai barang bukti bisu.

Pascapenangkapan, Mapolres Tulungagung mendadak sibuk. Sejak Jumat malam hingga Sabtu (11/4/2026) pagi, 18 orang menjalani pemeriksaan maraton.

Sebagian besar adalah para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini menjadi mesin penggerak pemerintahan di bawah komando Bupati Gatut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa dari belasan orang yang diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Juanda, terdapat satu sosok dari luar lingkungan birokrasi Pemkab.

"Ketiga belas orang tersebut terdiri atas bupati, 11 orang dari lingkungan Pemkab Tulungagung, dan satu orang pihak lainnya," jelas Budi. "Satu orang pihak lainnya" itu tak lain adalah Jatmiko, sang adik kandung.

Baca Juga: 7 Fakta Profil dan Kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Kena OTT KPK

Kabar terseretnya Jatmiko langsung memantik reaksi dari internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, tak menampik bahwa kadernya ikut masuk dalam pusaran kasus ini.

"Iya, sementara kami menghormati dan mencermati proses di KPK," ujar Erma saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (11/4/2026).

Meski demikian, Erma menegaskan bahwa partainya masih menunggu ketetapan resmi dari lembaga antirasuah tersebut. Posisi Jatmiko saat ini masih berada di "wilayah abu-abu", apakah ia hanya menjadi saksi yang mengetahui aliran dana, atau justru ikut berperan aktif dalam konstruksi perkara suap yang menjerat kakaknya.

Hingga tulisan ini disusun, tim penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ke-13 orang tersebut di Jakarta. Waktu 1x24 jam akan menentukan siapa yang akan mengenakan rompi oranye dan siapa yang diperbolehkan pulang. (ANTARA)

Load More