- Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di Pendopo Kabupaten Tulungagung dan kantor Dinas PUPR pada Kamis, 16 April 2026.
- Aksi tersebut dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait skandal pemerasan pejabat OPD yang melibatkan Bupati Gatut Sunu Wibowo.
- Penyidikan ini bertujuan mengungkap aliran dana miliaran rupiah dari praktik upeti ilegal demi mengamankan jabatan atau proyek tertentu.
SuaraJatim.id - Suasana di jantung pemerintahan Kabupaten Tulungagung mendadak mencekam pada Kamis pagi (16/4/2026). Gerbang megah Pendopo Kabupaten yang biasanya terbuka lebar untuk urusan rakyat, tiba-tiba tertutup rapat dan dijaga ketat.
Di baliknya, tiga unit mobil Innova Reborn berwarna gelap terparkir bisu, membawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah menjalankan misi "bersih-bersih" besar-besaran.
Ini adalah "gelombang kedua" setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Bupati Gatut Sunu Wibowo beberapa waktu lalu.
Kali ini, KPK kembali untuk mencari bukti-bukti tersembunyi dari skandal pemerasan pejabat OPD yang nilainya ditaksir mencapai angka miliaran rupiah.
Sejak pukul 08.30 WIB, tim antirasuah tersebut memecah kekuatannya. Saat tim utama menggeledah rumah dinas bupati dengan pengamanan tertutup, satu tim lainnya bergerak cepat menuju kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sekretaris Dinas PUPR, Endra Wibawa, mengonfirmasi keberadaan aparat penegak hukum tersebut. Namun, suasana tampak penuh teka-teki.
Meski penyidik sudah berada di lokasi, empat ruangan yang sebelumnya disegel—termasuk ruangan di Bagian Pengadaan dan Jasa (BPJ), dilaporkan masih dalam kondisi utuh dan belum disentuh hingga menjelang siang.
"Iya, hari ini ada kegiatan APH melakukan monitoring di kantor PUPR," ujar Endra singkat, saat dikerumuni awak media yang menunggu di luar gedung.
Di tengah ketegangan penggeledahan, sebuah momen unik sekaligus menggelitik terjadi. Kepala Dinas Pemadam dan Keselamatan Tulungagung, Lugu Tri Handoko, tak sengaja "menyelinap" masuk ke dalam lingkaran penyidikan KPK di pendopo.
Baca Juga: Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
Ia mengaku salah mendapatkan informasi. Dikiranya, ia dipanggil oleh Plt. Bupati Ahmad Baharudin untuk menghadap di pendopo.
Namun, saat menginjakkan kaki di dalam, ia justru disambut oleh wajah-wajah serius para penyidik KPK yang tengah memeriksa dokumen.
"Tadi (tidak sengaja) melihat orang KPK di dalam. Saya kira Plt. Bupati ada di pendopo, ternyata beliau ada di kantor Pemkab," tuturnya kepada wartawan yang dilarang masuk oleh petugas keamanan.
Langkah maraton KPK di Tulungagung ini merupakan buntut dari dugaan praktik "upeti" paksa yang dilakukan bupati nonaktif terhadap para bawahannya. Uang miliaran rupiah diduga mengalir secara ilegal dari kantong para pejabat dinas ke tangan penguasa demi mengamankan posisi atau proyek tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, penggeledahan masih berlangsung tertutup. Dari balik gerbang pendopo, hanya terlihat satu unit mobil patroli polisi jenis SUV yang bersiaga, memastikan tidak ada satu pun dokumen atau barang bukti yang keluar dari area tersebut tanpa sepengetahuan penyidik. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
-
Jatim Hattrick OTT KPK, Wagub Emil Soroti Moralitas Personal: Dalamnya Hati Siapa yang Tahu?
-
Disegel KPK, Plt Bupati Tulungagung Belum Bisa Berkantor di Pendopo
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
-
Batu Raksasa Terjang Fortuner di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Jalur Nasional Lumpuh Total
-
Akhir Pelarian Ratu Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Asal Surabaya: 6 Tahun Sembunyi Diciduk di Jaksel
-
Bocah 3 Tahun di Kediri Tewas dengan Tubuh Penuh Lebam: Ayah, Ibu, dan Nenek Dibawa Polisi
-
Mencekam! Detik-Detik Kades di Lumajang Dibantai Belasan Pria Misterius di Rumah Sendiri