- Penyidik KPK melakukan penggeledahan di tujuh lokasi Tulungagung dan Surabaya sejak 16 hingga 17 April 2026.
- Pemeriksaan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Tulungagung, yakni Gatut Sunu Wibowo.
- Tim KPK berhasil menyita sejumlah dokumen pengadaan serta uang tunai senilai Rp95 juta sebagai barang bukti.
SuaraJatim.id - Genderang perang terhadap korupsi di Kabupaten Tulungagung memasuki babak baru yang semakin memanas. Selama 48 jam terakhir, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan maraton penggeledahan yang menyasar titik-titik vital, mulai dari jantung pemerintahan di Tulungagung hingga ke rumah pribadi sang bupati di Kota Metropolitan, Surabaya.
Sejak Kamis (16/4/2026), langkah kaki para penyidik antirasuah tak berhenti bergerak. Puncaknya pada Jumat (17/4/2026), mereka menyisir empat lokasi sekaligus guna melengkapi teka-teki dugaan rasuah yang menjerat Bupati nonaktif Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Tulungagung yang biasanya sibuk dengan urusan birokrasi, mendadak mencekam saat penyidik memasuki ruang Bidang Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Tak hanya itu, Kantor Dinas PUPR dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) juga tak luput dari pemeriksaan ketat.
Hasilnya cukup mengejutkan. Di salah satu sudut ruangan di Kantor Setda, penyidik menemukan tumpukan uang tunai senilai kurang lebih Rp95 juta. Uang yang belum diketahui peruntukannya itu langsung disita sebagai barang bukti yang memperkuat dugaan penyimpangan.
"Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang terkait dengan pengadaan dan juga penganggaran di Kabupaten Tulungagung. Selain itu, penyidik juga mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp95 juta," ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (18/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Penyidikan ini tidak berhenti di lingkup kantor pemerintahan. Tim KPK meluncur ke Surabaya untuk menggeledah rumah pribadi Gatut Sunu Wibowo.
Langkah ini merupakan upaya paksa untuk mencari dokumen atau perangkat elektronik yang diduga sengaja disimpan jauh dari pusat pemerintahan Tulungagung.
Sebelumnya, "badai" penggeledahan ini telah lebih dulu menyapu Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, rumah pribadi Gatut di Desa Gandong, hingga kediaman ajudannya di Desa Kesambi. Hingga berita ini diturunkan, total sudah tujuh lokasi yang "diobrak-abrik" oleh penyidik antirasuah tersebut.
KPK kini tengah melakukan analisis mendalam terhadap tumpukan dokumen dan perangkat elektronik yang telah disita. Uang Rp95 juta dan berkas-berkas pengadaan tersebut diyakini menjadi kunci pembuka kotak pandora kasus korupsi penganggaran di Tulungagung.
Baca Juga: Anak Laporkan Ibu Kandung di Tulungagung: Drama Perebutan Hak Asuh yang Berujung di Meja Polisi
Budi Prasetyo menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari rangkaian kegiatan di lapangan. KPK masih terus memantau setiap perkembangan dan tidak menutup kemungkinan akan ada lokasi lain yang akan didatangi secara mendadak.
"Kami akan lihat perkembangannya apakah masih akan ada rangkaian kegiatan penggeledahan berikutnya. Kami akan update secara berkala," tegas Budi.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Laporkan Ibu Kandung di Tulungagung: Drama Perebutan Hak Asuh yang Berujung di Meja Polisi
-
Tergiur Fatamorgana Penggandaan Uang, Kades di Magetan Tumbalkan Dana Desa
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026