- Sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya Desa Buduan, Situbondo, pada Jumat sore, 1 Mei 2026.
- Struktur tanah yang gembur dan akar pohon yang rapuh menyebabkan akses lalu lintas lumpuh total sementara.
- Tim gabungan berhasil mengevakuasi material pohon dalam waktu 50 menit sehingga jalur kembali normal tanpa korban.
SuaraJatim.id - Jumat sore (1/5/2026), jarum jam menunjukkan pukul 15.40 WIB. Arus lalu lintas di Jalan Raya Suboh-Bondowoso, tepatnya di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Situbondo, awalnya mengalir seperti biasa.
Namun, dalam sekejap, ketenangan itu pecah. Sebuah pohon berukuran raksasa tumbang dengan suara berdentum, melintang sempurna hingga menutup total akses jalan vital tersebut.
Tidak ada angin kencang yang mengamuk, cuaca bahkan dilaporkan cukup cerah berawan. Namun, beban sejarah pada akar pohon tua itu rupanya sudah mencapai titik jenuh.
Jalur arteri yang menghubungkan dua kabupaten ini pun seketika "mati suri". Kendaraan dari arah Suboh menuju Bondowoso maupun sebaliknya terhenti total, menciptakan antrean panjang yang mencekam bagi para pengendara.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa peristiwa ini adalah murni faktor alamiah dari kondisi pohon tersebut. Berdasarkan hasil asesmen cepat di lapangan, ditemukan bahwa struktur tanah di lokasi tersebut sangat gembur.
"Pohon ini sebenarnya cukup besar, namun akarnya sudah tidak kuat lagi mencengkeram tanah yang gembur. Kondisi akar yang mulai rapuh membuatnya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya ambruk ke arah badan jalan," jelas Puriyono, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Beruntung, saat pohon itu roboh, tidak ada pengendara yang melintas tepat di bawahnya. Tragedi maut pun berhasil terhindarkan, meski akses transportasi warga terancam lumpuh dalam waktu lama jika tidak segera ditangani.
Menerima laporan dari warga yang panik, respons "gerak cepat" (gercep) langsung ditunjukkan oleh tim gabungan. Personel dari Polsek Suboh, Koramil, Damkar Wilayah Barat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, hingga relawan Tagana merangsek ke lokasi kejadian.
Suara gergaji mesin (chainsaw) mulai menderu, memecah kebuntuan di Desa Buduan. Petugas bekerja bahu-membahu, memotong dahan demi dahan dan batang utama yang menutup aspal.
Baca Juga: Tangis Haru di Puing Sekolah: Saat Mendikdasmen Datang Membangun SDN Kajuanak 4 Bangkalan
Di bawah pengawasan perangkat desa setempat, evakuasi ini menjadi ajang pembuktian sinergi antarinstansi di Situbondo.
Hasilnya luar biasa. Hanya dalam waktu sekitar 50 menit—tepat pukul 16.30 WIB, material pohon raksasa itu berhasil disingkirkan.
Jalur yang tadinya tertutup total kembali bernapas. Kendaraan roda dua maupun roda empat mulai merayap maju hingga arus lalu lintas kembali normal sepenuhnya.
Meski insiden kali ini berakhir tanpa korban, BPBD Situbondo mengingatkan bahwa ancaman serupa masih mengintai, terutama di area-area dengan struktur tanah yang tidak stabil. Puriyono mengimbau pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalur yang rimbun dengan pepohonan tua.
"Kami meminta warga untuk proaktif. Jika melihat ada pohon yang sudah miring, terlalu tua, atau terlihat berisiko tumbang, segera lapor ke BPBD atau aparat terdekat. Mitigasi lebih baik daripada menangani setelah bencana terjadi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tangis Haru di Puing Sekolah: Saat Mendikdasmen Datang Membangun SDN Kajuanak 4 Bangkalan
-
Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar
-
Hantam Pohon Tabebuya, Remaja Madiun Tewas Terhempas ke Dalam Telaga Ngebel
-
Meski Pengemudi Ojol Sudah Memaafkan, Nasib Oknum Polisi di Situbondo Kini Ditangani Propam
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Pikap KDMP Terlibat Tabrakan Beruntun dengan Bus Peziarah di Ponorogo, Begini Nasib Penumpangnya
-
Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi