Wakos Reza Gautama
Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:43 WIB
Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup total badan Jalan Raya Suboh-Bondowoso di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jumat (1/5/2026) sore sekitar pukul 15.40 WIB. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya Desa Buduan, Situbondo, pada Jumat sore, 1 Mei 2026.
  • Struktur tanah yang gembur dan akar pohon yang rapuh menyebabkan akses lalu lintas lumpuh total sementara.
  • Tim gabungan berhasil mengevakuasi material pohon dalam waktu 50 menit sehingga jalur kembali normal tanpa korban.

SuaraJatim.id - Jumat sore (1/5/2026), jarum jam menunjukkan pukul 15.40 WIB. Arus lalu lintas di Jalan Raya Suboh-Bondowoso, tepatnya di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Situbondo, awalnya mengalir seperti biasa.

Namun, dalam sekejap, ketenangan itu pecah. Sebuah pohon berukuran raksasa tumbang dengan suara berdentum, melintang sempurna hingga menutup total akses jalan vital tersebut.

Tidak ada angin kencang yang mengamuk, cuaca bahkan dilaporkan cukup cerah berawan. Namun, beban sejarah pada akar pohon tua itu rupanya sudah mencapai titik jenuh.

Jalur arteri yang menghubungkan dua kabupaten ini pun seketika "mati suri". Kendaraan dari arah Suboh menuju Bondowoso maupun sebaliknya terhenti total, menciptakan antrean panjang yang mencekam bagi para pengendara.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa peristiwa ini adalah murni faktor alamiah dari kondisi pohon tersebut. Berdasarkan hasil asesmen cepat di lapangan, ditemukan bahwa struktur tanah di lokasi tersebut sangat gembur.

"Pohon ini sebenarnya cukup besar, namun akarnya sudah tidak kuat lagi mencengkeram tanah yang gembur. Kondisi akar yang mulai rapuh membuatnya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya ambruk ke arah badan jalan," jelas Puriyono, Sabtu (2/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Beruntung, saat pohon itu roboh, tidak ada pengendara yang melintas tepat di bawahnya. Tragedi maut pun berhasil terhindarkan, meski akses transportasi warga terancam lumpuh dalam waktu lama jika tidak segera ditangani.

Menerima laporan dari warga yang panik, respons "gerak cepat" (gercep) langsung ditunjukkan oleh tim gabungan. Personel dari Polsek Suboh, Koramil, Damkar Wilayah Barat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, hingga relawan Tagana merangsek ke lokasi kejadian.

Suara gergaji mesin (chainsaw) mulai menderu, memecah kebuntuan di Desa Buduan. Petugas bekerja bahu-membahu, memotong dahan demi dahan dan batang utama yang menutup aspal.

Baca Juga: Tangis Haru di Puing Sekolah: Saat Mendikdasmen Datang Membangun SDN Kajuanak 4 Bangkalan

Di bawah pengawasan perangkat desa setempat, evakuasi ini menjadi ajang pembuktian sinergi antarinstansi di Situbondo.

Hasilnya luar biasa. Hanya dalam waktu sekitar 50 menit—tepat pukul 16.30 WIB, material pohon raksasa itu berhasil disingkirkan.

Jalur yang tadinya tertutup total kembali bernapas. Kendaraan roda dua maupun roda empat mulai merayap maju hingga arus lalu lintas kembali normal sepenuhnya.

Meski insiden kali ini berakhir tanpa korban, BPBD Situbondo mengingatkan bahwa ancaman serupa masih mengintai, terutama di area-area dengan struktur tanah yang tidak stabil. Puriyono mengimbau pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalur yang rimbun dengan pepohonan tua.

"Kami meminta warga untuk proaktif. Jika melihat ada pohon yang sudah miring, terlalu tua, atau terlihat berisiko tumbang, segera lapor ke BPBD atau aparat terdekat. Mitigasi lebih baik daripada menangani setelah bencana terjadi," pungkasnya.

Load More