- Warga dan pegiat sejarah menemukan struktur bata kuno yang diduga cagar budaya di Sendang Kamulyan, Trenggalek, pada Senin (15/6/2026).
- Tim ahli menduga struktur tersebut merupakan sistem pengelolaan air maju peninggalan era Kerajaan Kediri di masa Raja Kertajaya.
- Dinas Pariwisata Trenggalek sedang melakukan pendataan untuk diserahkan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan guna kajian arkeologi lebih lanjut.
SuaraJatim.id - Warga dan pegiat sejarah dikejutkan dengan temuan struktur bata merah kuno yang diduga kuat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), di Sendang Kamulyan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek.
Di tanah inilah, ratusan tahun lalu, Prasasti Kamulan ditemukan, sebuah piagam suci bertarikh 1194 Masehi yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek.
Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek terjun langsung ke lokasi, Senin (15/6/2026). Mereka menelusuri setiap jengkal bata yang terendam di bawah genangan air. Identifikasi awal menunjukkan ini bukan sekadar tumpukan bata biasa.
Harmaji, pegiat dari Sejarah Trenggalek (Pesat), menyebutkan bahwa struktur tersebut kemungkinan besar adalah fragmen dari sistem pengelolaan air masa lalu yang sangat maju.
"Dugaan awal kami mengarah pada konstruksi pengairan, bisa berupa saluran, bak kontrol, atau sistem penampungan yang saling terhubung," ungkap Harmaji.
Temuan ini memicu imajinasi tentang bagaimana para leluhur di era Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri mengelola sumber daya air dengan begitu sistematis.
Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, menegaskan bahwa penemuan ini ditindaklanjuti dengan serius. Pendataan dan pengukuran dimensi struktur telah dilakukan untuk segera dikoordinasikan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan.
"Kami melakukan identifikasi awal untuk melengkapi data pendukung. Selanjutnya, tim ahli dari Trowulan yang akan melakukan kajian lebih mendalam untuk memastikan fungsi dan periodisasi pastinya," ujar Toni.
Bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek, temuan ini bukan sekadar urusan arkeologi. Ada harapan besar bahwa struktur kuno di Sendang Kamulyan ini dapat memperkaya narasi sejarah daerah, menjadi laboratorium penelitian, sekaligus magnet baru bagi wisata sejarah. (ANTARA)
Baca Juga: Ombak 2,5 Meter, Nelayan Prigi Terpaksa Menepi di Tengah Musim Ikan
Berita Terkait
-
Ombak 2,5 Meter, Nelayan Prigi Terpaksa Menepi di Tengah Musim Ikan
-
Tebing 100 Meter di Desa Nglinggis Longsor, Jalur TrenggalekPonorogo Ditutup
-
Batu Raksasa Terjang Fortuner di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Jalur Nasional Lumpuh Total
-
Longsor Tutup Jalur TrenggalekPonorogo, Batu Raksasa Blokir Total Akses Lalu Lintas di Km 16
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan
-
Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo
-
BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia
-
Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa