Wakos Reza Gautama
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:28 WIB
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, menindaklanjuti temuan struktur bata kuno yang diduga merupakan objek cagar budaya (ODCB) di kawasan Sendang Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Warga dan pegiat sejarah menemukan struktur bata kuno yang diduga cagar budaya di Sendang Kamulyan, Trenggalek, pada Senin (15/6/2026).
  • Tim ahli menduga struktur tersebut merupakan sistem pengelolaan air maju peninggalan era Kerajaan Kediri di masa Raja Kertajaya.
  • Dinas Pariwisata Trenggalek sedang melakukan pendataan untuk diserahkan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan guna kajian arkeologi lebih lanjut.

SuaraJatim.id - Warga dan pegiat sejarah dikejutkan dengan temuan struktur bata merah kuno yang diduga kuat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), di Sendang Kamulyan di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek.

Di tanah inilah, ratusan tahun lalu, Prasasti Kamulan ditemukan, sebuah piagam suci bertarikh 1194 Masehi yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Trenggalek.

Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek terjun langsung ke lokasi, Senin (15/6/2026). Mereka menelusuri setiap jengkal bata yang terendam di bawah genangan air. Identifikasi awal menunjukkan ini bukan sekadar tumpukan bata biasa.

Harmaji, pegiat dari Sejarah Trenggalek (Pesat), menyebutkan bahwa struktur tersebut kemungkinan besar adalah fragmen dari sistem pengelolaan air masa lalu yang sangat maju.

"Dugaan awal kami mengarah pada konstruksi pengairan, bisa berupa saluran, bak kontrol, atau sistem penampungan yang saling terhubung," ungkap Harmaji.

Temuan ini memicu imajinasi tentang bagaimana para leluhur di era Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri mengelola sumber daya air dengan begitu sistematis.

Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, menegaskan bahwa penemuan ini ditindaklanjuti dengan serius. Pendataan dan pengukuran dimensi struktur telah dilakukan untuk segera dikoordinasikan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan.

"Kami melakukan identifikasi awal untuk melengkapi data pendukung. Selanjutnya, tim ahli dari Trowulan yang akan melakukan kajian lebih mendalam untuk memastikan fungsi dan periodisasi pastinya," ujar Toni.

Bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek, temuan ini bukan sekadar urusan arkeologi. Ada harapan besar bahwa struktur kuno di Sendang Kamulyan ini dapat memperkaya narasi sejarah daerah, menjadi laboratorium penelitian, sekaligus magnet baru bagi wisata sejarah. (ANTARA)

Baca Juga: Ombak 2,5 Meter, Nelayan Prigi Terpaksa Menepi di Tengah Musim Ikan

Load More