Wakos Reza Gautama
Kamis, 16 April 2026 | 14:17 WIB
Aparat kepolisian bersama instansi terkait menutup sementara jalur nasional Trenggalek-Ponorogo di KM 16, Desa Nglinggis, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, setelah terjadi runtuhan batu dari tebing yang menimpa sebuah kendaraan, Kamis (16/4/2026). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebuah mobil tertimpa batu besar di jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, KM 16 Desa Nglinggis pada Kamis pagi.
  • Pengemudi mobil dilaporkan selamat dari insiden tersebut meskipun kendaraannya mengalami kerusakan parah pada bagian mesin.
  • Pihak kepolisian menutup total jalur tersebut karena kondisi tebing yang labil dan berisiko terjadi longsor susulan.

SuaraJatim.id - Maut seolah sejengkal saja dari hadapan Eko Priyono (49). Warga Tulungagung ini tak pernah menyangka bahwa perjalanannya melintasi jalur nasional Trenggalek-Ponorogo pada Kamis pagi (16/4/2026) akan berubah menjadi peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya.

Di bawah tebing curam KM 16, Desa Nglinggis, Kabupaten Trenggalek, sebuah batu raksasa berdiameter 1,5 meter tiba-tiba runtuh dan menghantam bagian depan mobil Toyota Fortuner yang dikemudikannya.

Dentuman keras tersebut tidak hanya menghancurkan mesin kendaraan mewah itu, tetapi juga menghentikan total urat nadi transportasi antarkota tersebut.

Kejadian mencekam ini bermula sekitar pukul 10.10 WIB. Saat itu, petugas kepolisian sebenarnya tengah memberlakukan sistem buka-tutup jalur karena kondisi cuaca dan kerawanan tebing.

Giliran kendaraan dari arah Trenggalek menuju Ponorogo, termasuk Fortuner bernomor polisi AG 1671 SK milik Eko, dipersilakan melintas.

Namun, alam punya kehendak lain. Tepat saat mobil Eko berada di titik paling rawan, material batu dari puncak tebing terlepas. Tanpa sempat menghindar, bongkahan batu masif itu terjun bebas dan menghujam kap mesin mobil.

"Kondisi kap dan mesin rusak parah. Beruntung, hantaman batu tidak mengenai ruang kemudi secara langsung. Pengemudi dipastikan selamat, namun mengalami syok berat akibat kejadian tersebut," ungkap Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto.

Merespons insiden yang nyaris menelan korban jiwa ini, pihak kepolisian mengambil langkah tegas. Jalur utama yang menghubungkan Trenggalek dan Ponorogo tersebut kini ditutup total bagi seluruh jenis kendaraan.

Keputusan pahit ini diambil karena hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tebing yang masih sangat labil. Potensi longsor susulan dengan skala yang lebih besar masih mengancam siapa saja yang nekat melintas.

Baca Juga: Longsor Tutup Jalur TrenggalekPonorogo, Batu Raksasa Blokir Total Akses Lalu Lintas di Km 16

"Demi keselamatan masyarakat, jalur kami tutup total tanpa terkecuali. Kami telah mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif," tegas AKP Sony.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di KM 16 Desa Nglinggis masih dipenuhi petugas gabungan. Personel dari BPBD, Basarnas, hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi material batu dan melakukan kajian teknis terhadap kekuatan tebing.

Polisi mengimbau dengan keras agar pengendara, terutama kendaraan besar seperti bus dan truk, untuk tidak memaksakan diri melewati jalur alternatif.

Mengingat medan alternatif yang sempit dan terbatas, para sopir diminta untuk bersabar menunggu rekomendasi resmi dari otoritas terkait sebelum jalur nasional dibuka kembali. (ANTARA)

Load More