- Gempa Pacitan picu delapan bangunan rusak ringan di Trenggalek.
- BPBD masih lakukan pendataan, warga diminta tetap tenang.
- Tidak ada korban jiwa akibat guncangan dini hari.
SuaraJatim.id - Gempa Pacitan bermagnitudo 6,4 yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari berdampak hingga wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat sedikitnya delapan bangunan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan gempa Pacitan tersebut.
Pendataan BPBD dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Hingga pukul 15.00 WIB, laporan sementara menunjukkan tujuh rumah warga dan satu balai desa terdampak gempa Pacitan dengan kategori kerusakan ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi menegaskan angka itu masih bisa berubah karena proses inventarisasi pascagempa Pacitan terus berjalan. Petugas tetap menyisir wilayah terdampak untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
“Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tujuh rumah warga dan satu balai desa yang mengalami kerusakan ringan,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
Sebaran kerusakan dilaporkan terjadi di empat desa yang berada pada empat kecamatan, masing-masing Bendungan, Suruh, Munjungan, dan Tugu. Di Kecamatan Bendungan, tepatnya Desa Botoputih, tiga rumah di Dusun Krapyak dan Barupetak mengalami retak pada dinding serta sebagian atap ambrol.
Sementara itu di Kecamatan Suruh, Desa Suruh, dua rumah warga di Dusun Jatirejo dilaporkan mengalami tembok ambrol. Warga setempat segera melakukan pengecekan mandiri setelah guncangan dirasakan cukup kuat.
Di Kecamatan Munjungan, Desa Masaran, satu rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding. Sedangkan di Kecamatan Tugu, Desa Winong, satu rumah lainnya terdampak pada tembok serta atap bangunan. Selain rumah warga, tembok Balai Desa Winong juga dilaporkan roboh.
Stefanus menyebut bangunan yang terdampak mayoritas merupakan rumah lama. Dari sisi struktur, kondisi tersebut dinilai membuat bangunan lebih rentan ketika menerima getaran.
“Rata-rata bangunan terdampak merupakan rumah lama dengan tingkat kerusakan ringan,” ujarnya.
BPBD memastikan peristiwa gempa Pacitan yang dirasakan hingga Trenggalek tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Masyarakat diminta tidak panik dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya, karena gempa bumi tidak dapat diprediksi,” kata Stefanus. (Antara)
Berita Terkait
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Transformasi Desa Sumberejo Menuju Kemandirian Ekonomi Bersama BRI
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
5 Mahasiswi UNU Blitar Jadi Korban Pelecehan Dosen di Kelas
-
Pengasuh di Tulungagung Culik Bayi 17 Bulan, Tertangkap Saat Hendak Seberangi Selat Sunda
-
7 Santri di Surabaya Jadi Korban Bejat Guru Ngaji
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya