- Batu besar longsor tutup total jalur nasional utama Trenggalek-Ponorogo.
- Hujan deras picu tebing setinggi 50 meter longsor.
- BPBD tunggu alat berat, tanah masih labil.
SuaraJatim.id - Bencana longsor tutup jalur Trenggalek–Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Selasa (3/3/2026). Peristiwa itu terjadi di Km 16, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Sebuah batu berukuran besar jatuh dan menutup total akses jalan utama penghubung dua wilayah tersebut. Longsor dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
Tebing setinggi kurang lebih 50 meter dilaporkan mengalami longsor hingga material batuan besar meluncur dan melompati tangkis beton di sisi jalan.
Dalam video amatir yang beredar, tampak batu berukuran besar jatuh tepat di tengah badan jalan. Material longsor itu membuat akses utama jalur nasional penghubung Trenggalek dan Ponorogo tertutup total. Sejumlah kendaraan yang hendak melintas terpaksa berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.
“Sebelumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang sejak siang hari,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim.
Selain batu besar yang menutup jalan, sejumlah pohon berukuran besar juga dilaporkan tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut. Material longsor dan batu kemudian jatuh ke badan jalan hingga memblokir seluruh akses.
Beruntung, saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas di lokasi. “Tidak ada pengguna kendaraan yang melintas saat kejadian,” ujarnya.
Ukuran batu yang cukup besar menyebabkan akses utama jalan nasional Trenggalek–Ponorogo tidak bisa dilalui sama sekali. Kondisi ini membuat para pengendara memilih untuk putar balik dan mencari jalur alternatif menuju tujuan masing-masing.
“Akses jalan tutup total, sebagian pengendara putar balik mencari jalur alternatif,” tuturnya.
Saat ini, BPBD Trenggalek masih melakukan asesmen di lokasi kejadian. Kondisi tanah di sekitar tebing disebut masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Petugas juga masih menunggu kedatangan alat berat serta pemecah batu untuk mengevakuasi material yang menutup jalan.
“Kita masih lakukan asesment dan menunggu kedatangan alat berat, kondisi masih labil rawan terjadi longsor susulan,” katanya.
Berita Terkait
-
Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada
-
Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan
-
14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional
-
Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru
-
Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT