- Provinsi Jawa Timur kembali mempertahankan posisi pertama nasional sebagai pengirim pelajar terbanyak ke perguruan tinggi negeri tahun 2026.
- Sebanyak 24.213 siswa lolos jalur tes dan 29.046 siswa melalui jalur prestasi, mencerminkan peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
- Sebanyak 8.915 siswa dari keluarga kurang mampu berhasil menembus pendidikan tinggi melalui dukungan Kartu Indonesia Pintar Kuliah nasional.
SuaraJatim.id - Selama tujuh tahun berturut-turut, Provinsi Jawa Timur sukses mencatatkan diri sebagai pengirim pelajar terbanyak yang berhasil menembus ketatnya persaingan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di tanah air.
Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 kembali mengukuhkan Jawa Timur sebagai kiblat keunggulan SDM di tingkat nasional.
"Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Kita mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes," ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (3/6/2026).
Data terbaru menunjukkan tren yang meledak. Sebanyak 24.213 murid asal Jatim dinyatakan lolos melalui jalur SNBT 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 19,9 persen atau bertambah lebih dari 4.000 murid dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika digabungkan dengan jalur prestasi (SNBP) yang menyerap 29.046 murid, Jawa Timur benar-benar mendominasi ruang-ruang kelas di kampus negeri favorit seluruh Indonesia. Bagi Khofifah, ini adalah buah manis dari semangat Jatim Cerdas yang terus dipupuk.
Salah satu poin paling menyentuh dari keberhasilan ini adalah inklusivitas. Jawa Timur membuktikan bahwa kursi PTN bukan hanya milik mereka yang berdompet tebal.
Provinsi ini menempati urutan pertama nasional untuk jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang lolos jalur prestasi.
Sebanyak 8.915 pelajar dari keluarga kurang mampu berhasil memutus rantai keterbatasan ekonomi melalui pendidikan tinggi.
"Ini komitmen kami. Tidak boleh ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih masa depan hanya karena biaya," tegas Khofifah.
Baca Juga: Cabai Melejit, Tiket Pesawat Melesat: Inflasi Jatim di Mei 2026
Keberhasilan ini merata hingga ke daerah-daerah. Sidoarjo mencatatkan sejarah dengan lonjakan jumlah murid lolos SNBT hingga 100,8 persen, dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Wilayah Madura kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Melalui program ikonik bertajuk MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas), kabupaten seperti Pamekasan, Bangkalan, hingga Sumenep mencatatkan kenaikan signifikan murid yang diterima di PTN.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, melihat fenomena ini sebagai modal besar bagi bangsa. Menurutnya, semakin banyak anak Jatim yang masuk universitas berkelas, semakin besar peluang mencetak generasi yang kompetitif.
"Ini adalah investasi nyata untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Tujuh Tahun Jawa Timur Jadi Pabrik Mahasiswa PTN Terbesar di Indonesia
-
Cabai Melejit, Tiket Pesawat Melesat: Inflasi Jatim di Mei 2026
-
Skandal Rp151 Miliar Gedung Pemkab Lamongan Seret 3 Pejabat ke Sel
-
Setelah Sang Kakak, Kini Adiknya Ditemukan Tewas di Pantai Seruni Payangan Jember
-
Ironi! Banyak Anggota DPRD Blitar Absen Saat Tradisi Sakral Brokohan Pancasila