Wakos Reza Gautama
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:11 WIB
Ilustrasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Jawa Timur mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah murid terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) selama tujuh tahun berturut-turut. [SuaraBali.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Provinsi Jawa Timur kembali mempertahankan posisi pertama nasional sebagai pengirim pelajar terbanyak ke perguruan tinggi negeri tahun 2026.
  • Sebanyak 24.213 siswa lolos jalur tes dan 29.046 siswa melalui jalur prestasi, mencerminkan peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
  • Sebanyak 8.915 siswa dari keluarga kurang mampu berhasil menembus pendidikan tinggi melalui dukungan Kartu Indonesia Pintar Kuliah nasional.

SuaraJatim.id - Selama tujuh tahun berturut-turut, Provinsi Jawa Timur sukses mencatatkan diri sebagai pengirim pelajar terbanyak yang berhasil menembus ketatnya persaingan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di tanah air.

Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 kembali mengukuhkan Jawa Timur sebagai kiblat keunggulan SDM di tingkat nasional.

"Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Kita mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes," ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (3/6/2026).

Data terbaru menunjukkan tren yang meledak. Sebanyak 24.213 murid asal Jatim dinyatakan lolos melalui jalur SNBT 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 19,9 persen atau bertambah lebih dari 4.000 murid dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika digabungkan dengan jalur prestasi (SNBP) yang menyerap 29.046 murid, Jawa Timur benar-benar mendominasi ruang-ruang kelas di kampus negeri favorit seluruh Indonesia. Bagi Khofifah, ini adalah buah manis dari semangat Jatim Cerdas yang terus dipupuk.

Salah satu poin paling menyentuh dari keberhasilan ini adalah inklusivitas. Jawa Timur membuktikan bahwa kursi PTN bukan hanya milik mereka yang berdompet tebal.

Provinsi ini menempati urutan pertama nasional untuk jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang lolos jalur prestasi.

Sebanyak 8.915 pelajar dari keluarga kurang mampu berhasil memutus rantai keterbatasan ekonomi melalui pendidikan tinggi.

"Ini komitmen kami. Tidak boleh ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih masa depan hanya karena biaya," tegas Khofifah.

Baca Juga: Cabai Melejit, Tiket Pesawat Melesat: Inflasi Jatim di Mei 2026

Keberhasilan ini merata hingga ke daerah-daerah. Sidoarjo mencatatkan sejarah dengan lonjakan jumlah murid lolos SNBT hingga 100,8 persen, dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Wilayah Madura kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Melalui program ikonik bertajuk MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas), kabupaten seperti Pamekasan, Bangkalan, hingga Sumenep mencatatkan kenaikan signifikan murid yang diterima di PTN.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, melihat fenomena ini sebagai modal besar bagi bangsa. Menurutnya, semakin banyak anak Jatim yang masuk universitas berkelas, semakin besar peluang mencetak generasi yang kompetitif.

"Ini adalah investasi nyata untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya. (ANTARA)

Load More