- OJK Jawa Timur mencatat pertumbuhan 1,2 juta investor saham hingga Mei 2026 berkat digitalisasi dan literasi keuangan.
- Nilai transaksi saham masyarakat Jawa Timur pada Januari 2026 melonjak 225 persen menjadi Rp72,74 miliar secara tahunan.
- Pasar modal di Jawa Timur kini memasuki fase matang seiring meningkatnya diversifikasi portofolio dan investasi instrumen alternatif.
SuaraJatim.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur mencatat sebuah lompatan besar. Kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal nasional bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi fase kematangan ekonomi yang baru.
“Terdapat kepercayaan investor Jawa Timur terhadap pasar saham nasional yang masih terjaga,” ujar Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, di Surabaya, Jumat (29/5/2026).
Data tak bisa berbohong. Jumlah investor saham di Jawa Timur kini menembus angka fantastis, yakni 1.205.606 orang atau tumbuh hampir 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya saham, instrumen reksa dana pun menjadi primadona dengan lebih dari 2,2 juta investor.
Peningkatan ini bukan tanpa alasan. Yunita menyebut digitalisasi layanan keuangan dan peningkatan literasi sebagai 'bahan bakar' utamanya.
Masyarakat kini tak lagi takut terjun ke bursa karena kemudahan akses platform digital yang memungkinkan mereka bertransaksi hanya dalam hitungan detik.
Gairah ini terpancar nyata dari nilai transaksi. Pada Januari 2026 saja, total transaksi saham warga Jatim mencapai Rp72,74 miliar, meroket 225 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Aktivitas jual-beli yang sangat dinamis ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang bullish atau optimis.
Meningkatnya transaksi ritel (perorangan) menunjukkan bahwa strategi investasi bukan lagi milik kalangan elite semata, melainkan sudah menjalar ke masyarakat umum yang kian cerdas dalam mengelola strategi trading mereka.
Menariknya, kepercayaan ini juga menular ke instrumen alternatif seperti Securities Crowdfunding (SCF). Melalui SCF, sebanyak 7.938 pemodal di Jatim telah menyuntikkan dana sebesar Rp61,7 miliar untuk membantu pengembangan bisnis lokal, terutama di sektor barang konsumsi utama.
Di sisi lain, instrumen reksa dana juga menunjukkan performa gemilang. Segmen institusi (perusahaan) tumbuh masif sebesar 73,26 persen sepanjang 2025, membuktikan bahwa reksa dana telah menjadi pilihan profesional untuk mengelola dana besar di Jawa Timur.
Baca Juga: SPMB Jatim 2026 Dimulai! Ini Cara Ambil PIN Agar Tak Gagal Seleksi
Meski laju pertumbuhan investor ritel mulai melandai secara konsisten, Yunita melihat hal ini sebagai tanda positif. Artinya, pasar modal di Jawa Timur sedang memasuki fase yang lebih matang dan stabil.
Masyarakat kini tak hanya sekadar ikut-ikutan (FOMO), tetapi sudah lebih matang dalam menentukan pilihan dan melakukan diversifikasi portofolio.
“Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan pentingnya instrumen investasi yang fleksibel serta mudah diakses di tengah perkembangan ekosistem digital,” pungkas Yunita. (ANTARA)
Berita Terkait
-
SPMB Jatim 2026 Dimulai! Ini Cara Ambil PIN Agar Tak Gagal Seleksi
-
Gubernur Khofifah, Wagub, dan Keluarga Salat Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
-
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29%, Gubernur Khofifah: Bukti Intervensi Kesejahteraan Masyarakat
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Muktamar ke-35 NU Resmi Ditutup, Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Kini Berubah
-
Gus Kikin Ingin Gerak Cepat, Struktur Baru PBNU Ditargetkan Rampung Sebulan
-
Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Prabowo Resmi Terima Kartu Anggota NU: Aku dari Dulu Minta