SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di halaman kantor kelurahan Semampir, Kota Kediri, Sabtu (23/5) sore. Sengaja digelar jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, pasar murah ini menjadi upaya konkret pengendalian inflasi sekaligus menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat.
Pasar murah yang menjadi titik ke-69 ini disambut antusias oleh warga Kota Kediri. Bahkan mereka rela mengantre meski hujan deras mengguyur kawasan pasar murah. Masyarakat rela berdesakan sambil membawa payung dan jas hujan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
Gubernur Khofifah menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan pasar murah masih dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
"Menjelang Idul Adha, kita ingin masyarakat tenang karena stok bahan pokok tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali. Karena itu pasar murah terus kita lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau," kata Khofifah.
Adapun komoditas yang dijual di pasar murah rata-rata dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium misalnya, dijual Rp14.000 per kilogram dan beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram.
Minyak goreng Minyakita dijual Rp13.000 per liter, sedangkan gula pasir Rp14.000 per kilogram. Telur ayam ras tersedia Rp22.000 per pack dan daging ayam ras Rp30.000 per pack.
Komoditas lain yang turut disediakan yakni tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.
Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen efektif dalam pengendalian inflasi karena menyediakan komoditas strategis dengan harga yang telah disubsidi pemerintah dan berada di bawah harga pasar.
"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di awal tahun. Pasar murah ini juga kita tempatkan di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu ekosistem pasar yang sudah ada,” tegasnya
Baca Juga: Rahasia di Balik Sukses Jatim Tekan Pengangguran Hingga Level Terendah
Lebih lanjut ia menjelaskan, penyelenggaraan pasar murah dilakukan secara berkelanjutan dan saling melengkapi dengan program serupa yang digelar pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.
"Wilayah Jawa Timur ini luas, maka kita saling melengkapi antara provinsi dan kabupaten/kota. Tujuannya satu, yakni mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” imbuhnya.
Pemprov Jatim lanjutnya, juga memperkuat koordinasi dengan Bulog, pemerintah daerah, dan pelaku distribusi pangan guna menjaga kelancaran pasokan di seluruh wilayah.
“Yang paling penting, kebutuhan pokok harus mudah diakses masyarakat dan daya beli tetap terjaga,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan bahan pangan di Jatim dalam kondisi aman. Namun demikian, daya beli masyarakat tetap perlu dijaga melalui berbagai program afirmatif, salah satunya pasar murah.
"Sembako kita Insya Allah sangat cukup. Yang kita jaga adalah keterjangkauan harganya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Rahasia di Balik Sukses Jatim Tekan Pengangguran Hingga Level Terendah
-
Lepas Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya, Khofifah Pesankan Jamaah Jaga Kesehatan
-
Buka Pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026, Khofiah Dorong RS di Jatim Adaptif Terhadap AI
-
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan & Kebudayaan
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif