- Pria berinisial HE ditangkap warga karena melakukan pelecehan seksual di Jalan Bulak Banteng Lor, Surabaya.
- Pelaku yang menggunakan sepeda onthel mengaku telah beraksi sebanyak sembilan kali di wilayah Bulak Banteng dan Kenjeran.
- Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat ini sedang mendalami kasus tersebut serta memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.
SuaraJatim.id - Siapa sangka, di balik kayuhan sepeda onthel yang tampak biasa, tersimpan niat jahat yang telah menghantui warga Bulak Banteng dan Kenjeran, Surabaya, selama beberapa waktu terakhir.
HE (30), seorang pria yang sehari-harinya berkeliling dengan sepeda, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah kedoknya sebagai predator seksual begal payudara terbongkar.
Pelarian HE berakhir dramatis pada Jumat lalu. Saat itu, ia mengincar seorang perempuan muda yang baru saja keluar dari sebuah konter ponsel di Jalan Bulak Banteng Lor.
Memanfaatkan situasi jalanan yang sepi saat korban hendak menyeberang, HE memepet korbannya dan melakukan aksi pelecehan kilat.
Namun, kali ini prediksinya meleset. Teriakan histeris korban memecah kesunyian dan mengundang amarah warga. HE sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh anggota kepolisian yang tengah berpatroli.
Di balik jeruji besi, sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari mulut HE. Ia mengaku aksi nekatnya tersebut bukan yang pertama kali.
"Pengakuannya sembilan kali. Ia melakukan aksinya di sekitar kawasan Bulak Banteng dan Kenjeran," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Agung, Kamis (23/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ironisnya, HE menggunakan sepeda onthel untuk mendekati para korbannya agar tidak mencurigakan. Sasarannya pun dipilih secara acak, terutama remaja perempuan yang terlihat lengah.
Kepada penyidik, ia berdalih tindakan asusila tersebut dipicu oleh dorongan syahwat yang tak mampu ia bendung sendiri.
Baca Juga: Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
Kini, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak tidak tinggal diam. Selain mendalami kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum berani melapor, polisi juga tengah memeriksa kondisi kejiwaan HE.
"Kami masih mendalami apakah memang hanya sembilan kali atau justru lebih. Kondisi psikologis pelaku juga menjadi fokus pemeriksaan kami sebagai bagian dari alat bukti," tambah Ipda Agung.
Berita Terkait
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
115 Napi Kelas Kakap Lapas Surabaya Mendadak Dipindah ke Nusakambangan
-
Gagal Total! Aksi Nekat Pengunjung Lapas Porong Sembunyikan Ekstasi di Dalam Mulut
-
Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan