Wakos Reza Gautama
Kamis, 23 Juli 2026 | 13:39 WIB
Ilustrasi Pria berinisial HE ditangkap warga karena melakukan pelecehan seksual di Jalan Bulak Banteng Lor, Surabaya. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pria berinisial HE ditangkap warga karena melakukan pelecehan seksual di Jalan Bulak Banteng Lor, Surabaya.
  • Pelaku yang menggunakan sepeda onthel mengaku telah beraksi sebanyak sembilan kali di wilayah Bulak Banteng dan Kenjeran.
  • Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat ini sedang mendalami kasus tersebut serta memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.

SuaraJatim.id - Siapa sangka, di balik kayuhan sepeda onthel yang tampak biasa, tersimpan niat jahat yang telah menghantui warga Bulak Banteng dan Kenjeran, Surabaya, selama beberapa waktu terakhir.

HE (30), seorang pria yang sehari-harinya berkeliling dengan sepeda, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah kedoknya sebagai predator seksual begal payudara terbongkar.

Pelarian HE berakhir dramatis pada Jumat lalu. Saat itu, ia mengincar seorang perempuan muda yang baru saja keluar dari sebuah konter ponsel di Jalan Bulak Banteng Lor.

Memanfaatkan situasi jalanan yang sepi saat korban hendak menyeberang, HE memepet korbannya dan melakukan aksi pelecehan kilat.

Namun, kali ini prediksinya meleset. Teriakan histeris korban memecah kesunyian dan mengundang amarah warga. HE sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh anggota kepolisian yang tengah berpatroli.

Di balik jeruji besi, sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari mulut HE. Ia mengaku aksi nekatnya tersebut bukan yang pertama kali.

"Pengakuannya sembilan kali. Ia melakukan aksinya di sekitar kawasan Bulak Banteng dan Kenjeran," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Agung, Kamis (23/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Ironisnya, HE menggunakan sepeda onthel untuk mendekati para korbannya agar tidak mencurigakan. Sasarannya pun dipilih secara acak, terutama remaja perempuan yang terlihat lengah.

Kepada penyidik, ia berdalih tindakan asusila tersebut dipicu oleh dorongan syahwat yang tak mampu ia bendung sendiri.

Baca Juga: Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Kini, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak tidak tinggal diam. Selain mendalami kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum berani melapor, polisi juga tengah memeriksa kondisi kejiwaan HE.

"Kami masih mendalami apakah memang hanya sembilan kali atau justru lebih. Kondisi psikologis pelaku juga menjadi fokus pemeriksaan kami sebagai bagian dari alat bukti," tambah Ipda Agung.

Load More