- Ditjenpas memindahkan 115 narapidana berisiko tinggi dari Lapas Kelas I Surabaya menuju Nusakambangan pada Minggu, 19 Juli 2026.
- Proses pemindahan ini melibatkan pengawalan ketat personel Brimob demi menjaga keamanan serta sterilisasi wilayah selama perjalanan berlangsung.
- Langkah strategis tersebut dilakukan untuk menempatkan napi di fasilitas super maximum security guna meningkatkan efektivitas pembinaan berkelanjutan.
SuaraJatim.id - Di bawah kawalan berlapis personel Brimob bersenjata lengkap, sebanyak 115 warga binaan Lapas Kelas I Surabaya kategori risiko tinggi (high risk) meninggalkan sel mereka menuju Pulau Nusakambangan.
Pemindahan besar-besaran yang dilakukan pada Minggu (19/7/2026) malam ini merupakan langkah strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mensterilkan wilayah dan memastikan narapidana dengan tingkat risiko keamanan tinggi berada di tempat yang paling tepat.
Para napi yang dipindahkan mencakup 36 warga binaan asal Jawa Timur dan 79 orang kiriman dari Sulawesi. Semuanya masuk dalam daftar hitam kategori high risk yang memerlukan pengawasan ekstra ketat.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Kusnali, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari manajemen risiko. Nusakambangan, dianggap sebagai tempat paling ideal bagi para penghuni yang sulit diatur.
"Pemindahan ini tidak hanya soal keamanan. Ini adalah strategi pembinaan berkelanjutan. Kami menempatkan mereka sesuai dengan tingkat risikonya agar proses pembinaan lebih efektif dan lingkungan lapas tetap kondusif," ujar Kusnali.
Memindahkan 115 orang berisiko tinggi bukanlah perkara mudah. Operasi ini melibatkan koordinasi tingkat tinggi antara Tim Pengamanan Intelijen Ditjenpas, personel Brigade Mobil (Brimob) Polri, hingga jajaran petugas Lapas Surabaya sendiri.
Sepanjang perjalanan, setiap gerak-gerik narapidana dipantau ketat. Tidak ada ruang bagi celah keamanan. Infrastruktur di Nusakambangan yang dirancang dengan sistem super maximum security memang dipersiapkan khusus untuk menangani warga binaan yang membutuhkan penanganan luar biasa, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pengamanannya.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, memberikan sinyal keras kepada seluruh warga binaan yang masih berada di Surabaya. Pemindahan ini adalah bentuk konsekuensi nyata bagi siapa saja yang berani bermain-main dengan aturan.
"Kami tidak akan ragu menindak tegas warga binaan yang melanggar disiplin atau mencoba mengganggu ketertiban. Pilihannya jelas: ikuti pembinaan dengan baik, atau menyusul ke Nusakambangan," tegas Rachman. (ANTARA)
Baca Juga: Gagal Total! Aksi Nekat Pengunjung Lapas Porong Sembunyikan Ekstasi di Dalam Mulut
Berita Terkait
-
Gagal Total! Aksi Nekat Pengunjung Lapas Porong Sembunyikan Ekstasi di Dalam Mulut
-
Aksi Nekat Masuk Kolong Truk: Drama Pelarian Napi Lapas Madiun Berakhir di Pati
-
Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan
-
Murka Rumah Tangganya Hancur, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Habis Mobil Selingkuhan Istri
-
Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim
-
Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang