- Polres Tuban menolak memberikan izin keramaian untuk festival Kimsin Reunion di Klenteng Kwan Sing Bio pada Mei 2026.
- Penolakan izin dipicu oleh konflik internal berkepanjangan antara dua kelompok umat yang masih dalam proses hukum Kasasi.
- Potensi konflik fisik yang tinggi di lokasi menjadi alasan utama polisi membatalkan festival budaya berskala besar tersebut.
SuaraJatim.id - Rencana besar untuk menyulap Klenteng Kwan Sing Bio Tuban menjadi pusat kemeriahan budaya pada 1-3 Mei 2026 kini berada di ujung tanduk.
Alunan musik Barongsai, magisnya Reog Ponorogo, hingga kehadiran bintang tamu nasional seperti Roy Kiyoshi terancam hanya menjadi angan-angan.
Polres Tuban secara resmi memberikan sinyal "lampu merah" dengan tidak mengeluarkan rekomendasi izin keramaian untuk acara bertajuk Kimsin Reunion Festival tersebut.
Keputusan ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan puncak dari gunung es konflik internal yang telah membeku selama 14 tahun.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menegaskan bahwa penolakan ini berlandaskan pada aturan ketat Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2023. Namun, di balik pasal-pasal tersebut, ada alasan yang jauh lebih sensitif yakni keamanan wilayah.
"Secara administrasi belum lengkap. Namun yang lebih krusial, ada potensi konflik yang tinggi karena perselisihan dua kelompok umat yang saat ini masih berproses di tingkat Kasasi Mahkamah Agung," ujar Siswanto, Kamis (30/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Polisi tampaknya enggan berjudi dengan keamanan. Mengingat festival ini berskala besar dan melibatkan peserta dari luar daerah, kewenangan perizinan pun sejatinya berada di tangan Polda Jawa Timur, bukan lagi sekadar wilayah hukum kabupaten.
Ketegangan di lapangan sebenarnya sudah mendidih sejak beberapa hari lalu. Klenteng Kwan Sing Bio, yang merupakan ikon wisata religi di Kabupaten Tuban selain Makam Sunan Bonang, sempat berubah menjadi arena perseteruan fisik.
Pihak pengelola klenteng yang sah secara tegas menolak adanya kegiatan tersebut dan menggembok seluruh pintu masuk.
Baca Juga: Pasar Baru Tuban Membara Lagi: Sedu Sedan Pedagang di Balik Puing 41 Kios
Namun, gembok itu tak bertahan lama. Sejumlah umat yang mendukung acara pimpinan Go Tjong Ping tersebut memilih membuka paksa gerbang agar persiapan tetap bisa berjalan.
"Kan tidak mungkin 200 orang Tionghoa bertengkar terus selama 14 tahun. Selalu terjadi konflik," keluh Go Tjong Ping, Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban.
Bagi Go Tjong Ping, festival ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali marwah klenteng sekaligus menggeliatkan ekonomi UMKM.
Ia bahkan tak ragu membawa persoalan ini ke level tertinggi, memohon perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri untuk turun tangan.
"Mereka keberatan tempat ini dipakai untuk acara UMKM maupun kirab, sehingga pengelola menggembok semua," tambahnya dengan nada kecewa.
Ironis memang, di saat panggung sudah dirancang untuk menampilkan Tari Bali, Angklung, hingga praktik Feng Shui, energi para tokohnya justru terkuras untuk urusan sengketa hukum.
Berita Terkait
-
Pasar Baru Tuban Membara Lagi: Sedu Sedan Pedagang di Balik Puing 41 Kios
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Petaka di Ring Road Tuban: Nyawa Abdul Majid Melayang dalam Sekejap di Bawah Roda Tronton
-
Buntut Uang Rp 20 Ribu, Anak di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Kandung hingga Patah Gigi
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Petaka Cari Kayu Bakar: Nenek di Ponorogo Tewas Terjebak Kobaran Api di Lahan Jati
-
Jokowi Sambangi Tenda Pengungsi Gempa Palue, Ini Respon Bupati Juventus
-
Asap Hitam Membubung! Pabrik Sepatu di Mojokerto Terbakar Hebat saat Karyawan Bekerja
-
Menu MBG Diduga Basi! 10 Siswa SLB di Blitar Tumbang, Wali Murid Tuntut Evaluasi
-
Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini