Wakos Reza Gautama
Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB
Duka mendalam menyelimuti keluarga Kapten Marindra W, pilot helikopter PK-CFX yang menjadi korban dalam kecelakaan tragis di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis 16 April 2026 kemarin. Pilot Marindra W asalnya dari Kabupaten Tuban. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Kapten Marindra W gugur dalam kecelakaan helikopter Airbus H-130T2 di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis 16 April 2026.
  • Insiden penerbangan tragis tersebut menewaskan seluruh delapan orang yang berada di dalam helikopter saat menjalankan misi tugas.
  • Jenazah Kapten Marindra telah dimakamkan secara militer di Desa Gisik Cemandi, Sidoarjo, pada Jumat 17 April 2026 lalu.

SuaraJatim.id - Aroma kembang melati dan deretan karangan bunga memenuhi halaman Perumahan Grand Surya, Buduran, Sidoarjo. Di tengah suasana mendung yang menggelayut, sebuah penghormatan terakhir diberikan kepada sosok pria yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya di angkasa.

Kapten Marindra W, sang pilot helikopter PK-CFX jenis Airbus H-130T2, telah menuntaskan penerbangan terakhirnya. Ia gugur dalam tugas saat helikopter yang dikemudikannya jatuh di belantara Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Tragedi yang merenggut delapan nyawa itu kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar di dua kota yakni Tuban dan Sidoarjo.

Meski menetap di Sidoarjo karena tuntutan profesi, akar jati diri Marindra tertanam kuat di Kabupaten Tuban. Lahir dan besar di Kelurahan Baturetno, Marindra dikenal sebagai putra daerah yang gigih.

Arifin (62), Ketua RT setempat, mengenang Marindra sebagai sosok yang sopan dan tak pernah melupakan tanah kelahirannya meskipun telah hijrah ke Surabaya sejak tahun 2000.

"Ya benar, Mas Marindra warga Baturetno sini, lahir hingga dewasa di Tuban. Terakhir pulang saat Lebaran kemarin," ungkap Arifin dengan nada berat, Sabtu (18/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Momen Idul Fitri beberapa minggu lalu kini menjadi memori yang amat berharga bagi warga Baturetno. Tak ada yang menyangka bahwa jabat tangan dan senyum Marindra di hari raya tersebut adalah salam perpisahan bagi tanah kelahirannya.

Kamis pagi itu, Marindra sedang menjalankan misi penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya. Namun, pada pukul 08.39 WIB, komunikasi tiba-tiba terputus.

Pesawat yang sedang menuju helipad di Desa Teluk Bakung itu dilaporkan hilang kontak dan kemudian ditemukan dalam kondisi tragis.

Baca Juga: Petaka di Ring Road Tuban: Nyawa Abdul Majid Melayang dalam Sekejap di Bawah Roda Tronton

Ratusan personel TNI Angkatan Darat dikerahkan dalam proses evakuasi yang memilukan di tengah hutan Kalimantan. Seluruh kru dan penumpang dinyatakan meninggal dunia, termasuk sang kapten yang dikenal sebagai pilot profesional dengan dedikasi tinggi.

Jenazah Kapten Marindra telah dipulangkan dan dimakamkan pada Jumat (17/4/2026) secara militer di kawasan pemakaman Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Isak tangis pecah saat sang istri, Rena Purnama Dewi, dan kedua anaknya melepas kepergian sang pelindung keluarga.

Ayah dan ibu almarhum, Setiyono dan Prapti Indah, sengaja berangkat langsung dari Tuban untuk menyaksikan putra kebanggaan mereka diantar ke peristirahatan terakhir.

Di mata rekan kerja, Marindra bukan sekadar pilot, ia adalah mentor dan teladan yang memiliki standar keamanan tinggi dalam setiap penerbangan.

Load More