-
Oknum satpam perusahaan BUMN diamankan polisi atas dugaan pemerkosaan di Tuban.
-
Kasus terungkap dari laporan tokoh masyarakat setempat.
-
Pelaku terancam hukuman maksimal lima belas tahun penjara.
SuaraJatim.id - Kasus dugaan kekerasan seksual anak atau pemerkosaan di Tuban menggegerkan publik setelah seorang oknum satpam di salah satu perusahaan BUMN diamankan polisi.
Peristiwa kekerasan seksual anak di Tuban, Jawa Timur (Jatim), ini melibatkan korban perempuan berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pengungkapan kekerasan seksual anak di Tuban bermula dari laporan masyarakat yang melihat pelaku membawa korban ke sebuah kamar kos di wilayah Kecamatan Semanding. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Tuban.
Polisi memastikan penanganan kekerasan seksual anak di Tuban kini berada di bawah Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tuban. Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berikut lima fakta terkait kasus tersebut.
1. Oknum Satpam Diamankan Polisi
Terduga pelaku berinisial MN (25), bekerja sebagai satpam di salah satu perusahaan BUMN di Kabupaten Tuban. Ia dilaporkan ke Polres Tuban atas dugaan melakukan tindak kekerasan seksual terhadap NDAP (15).
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan peristiwa yang terjadi di sebuah kamar kos di Kecamatan Semanding.
2. Terungkap dari Laporan Tokoh Masyarakat
Kasus ini terkuak setelah seorang tokoh masyarakat berinisial F melihat pelaku membawa korban masuk ke kamar kos. Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Kejadian ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu tokoh masyarakat berinisial F yang melihat pelaku membawa anak tersebut masuk ke kamar kos,” ujar Iptu Siswanto, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (25/2026).
3. Persetubuhan di Kamar Kos
Setelah menerima laporan, Unit PPA Satreskrim Polres Tuban melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil penyelidikan awal menyebutkan telah terjadi persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
“Petugas PPA Satreskrim Polres Tuban telah melakukan pengecekan di kamar kos dan benar bahwa telah terjadi peristiwa persetubuhan terhadap anak di bawah umur,” imbuhnya.
4. Berkenalan Lewat Telegram
Berita Terkait
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Tinggalkan Pupuk Impor, Prabowo Instruksikan Implementasi Inovasi Batu Bara dan Briket Jagung
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT