- Pemkab Bondowoso resmi mencabut kebijakan zakat ASN yang bersifat memaksa dan membatalkan ancaman sanksi penangguhan Tambahan Penghasilan Pegawai.
- Sekda Bondowoso menghapus batasan nominal zakat profesi agar penghitungan nisab lebih fleksibel mengikuti standar harga emas dari Baznas.
- Pemerintah mengubah mekanisme infak menjadi sukarela bagi delapan ribu ASN agar penyaluran zakat lebih optimal dan bebas tekanan.
SuaraJatim.id - Langkah Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mengoptimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan ASN sempat memicu suhu panas.
Kebijakan yang awalnya diniatkan untuk kebaikan sosial tersebut justru menuai kritik tajam dari para abdi negara. Merespons kegelisahan tersebut, pemerintah memilih untuk melunak dan melakukan koreksi total.
Lewat surat terbaru yang diteken Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso pada 13 Juli 2026, Pemkab resmi mencabut aturan-aturan yang sebelumnya dianggap memberatkan.
Tidak ada lagi ancaman penangguhan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi unit kerja yang setorannya minim, dan tidak ada lagi angka nominal infak yang dipatok kaku.
Salah satu poin paling krusial dalam revisi ini adalah dihapusnya angka nominal Rp7.140.498 sebagai ambang batas (nisab) zakat profesi.
Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan bahwa patokan angka tersebut sudah tidak relevan karena mengikuti harga emas tahun 2024.
"Pada tahun 2026 ini, harga emas naik cukup signifikan. Karena harga emas terus berfluktuasi, kami sengaja tidak mencantumkan angka nominal lagi agar tidak perlu bolak-balik revisi surat setiap kali harga emas berubah," ujar Fathur Rozi, Selasa (14/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Dengan aturan baru ini, kewajiban zakat profesi akan lebih fleksibel mengikuti standar nisab terkini yang ditetapkan Baznas.
Hal ini secara otomatis memberikan keadilan bagi ASN golongan rendah atau PPPK yang penghasilannya belum menyentuh kriteria wajib zakat.
Baca Juga: KTP Ada di Dompet, Tapi Namanya Gentayangan: Skandal ASN Sumenep Curi Identitas Sopir
Sebelumnya, jagat media sosial dan grup percakapan ASN di Bondowoso sempat ramai memprotes poin penangguhan TPP. Ketentuan tersebut dirasakan sebagai bentuk hukuman (punishment) yang tidak tepat untuk urusan ibadah.
Fathur Rozi meluruskan bahwa semangat awal aturan tersebut bukanlah untuk menyiksa pegawai, melainkan mendorong kedisiplinan. Namun, ia menyadari bahwa pendekatan sukarela jauh lebih bijak.
"Infak itu hukumnya tidak wajib, jadi memang tidak boleh dipaksakan. Sekarang kami tegaskan infak bersifat sukarela. Yang dilakukan pemerintah hanyalah mendorong kesadaran agar penyalurannya melalui lembaga resmi seperti Baznas," tegasnya.
Dari total sekitar 12 ribu ASN di Bondowoso, diperkirakan ada 8.000 PNS dan PPPK penuh waktu yang menjadi sasaran utama kebijakan ini. Pemkab berharap, dengan hilangnya polemik dan paksaan, semangat berbagi para ASN justru akan tumbuh secara alami.
Pemerintah optimistis bahwa jika potensi besar ini dikelola dengan baik oleh Baznas tanpa ada rasa keberatan dari para pemberi, manfaatnya akan kembali ke masyarakat luas dalam bentuk berbagai program pendayagunaan yang nyata.
Berita Terkait
-
KTP Ada di Dompet, Tapi Namanya Gentayangan: Skandal ASN Sumenep Curi Identitas Sopir
-
Oknum ASN Gresik Resmi Ditahan Usai Jual Mimpi Jadi PPPK Lewat SK Bodong
-
Jerat SK ASN Palsu di Gresik: Pegawai DPMD Gresik Tersangka
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum