- Satreskrim Polres Bojonegoro menangkap lima tersangka sindikat penipuan yang menyasar warga lanjut usia di Kecamatan Sukosewu dan Balen.
- Pelaku menguras harta korban dengan modus menawarkan bantuan sosial dan janji berangkat haji sebagai syarat menyerahkan perhiasan emas.
- Polisi menyita barang bukti operasional dan mengimbau warga agar selalu waspada terhadap orang asing yang meminta barang berharga.
SuaraJatim.id - Bagi warga lanjut usia (lansia) di pedesaan Bojonegoro, kabar tentang keberangkatan haji atau bantuan sosial (bansos) adalah angin segar yang sangat dinantikan.
Namun, di tangan komplotan penipu ini, harapan suci tersebut justru dijadikan senjata mematikan untuk menguras harta benda para lansia yang tak berdaya.
Tabir gelap aksi penipuan ini akhirnya tersingkap. Satuan Reserse Kriminal Polres Bojonegoro berhasil membongkar sindikat yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sukosewu dan Balen.
Tak tanggung-tanggung, lima orang tersangka, terdiri dari pria dan wanita, kini harus mendekam di balik jeruji besi.
"Para pelaku sengaja mengincar korban lansia karena dinilai mudah diperdaya," ungkap Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, saat merilis kasus dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Aksi mereka tergolong sangat rapi dan meyakinkan. Di Kecamatan Sukosewu, pelaku mendatangi rumah korban dengan senyum ramah, membawa janji manis berupa bantuan uang tunai Rp10 juta dan slot pemberangkatan haji.
Namun, ada 'syarat' yang harus dipenuhi. Untuk mencairkan bantuan besar itu, korban diminta menyerahkan perhiasan emas sebagai jaminan administrasi sementara.
Terbuai oleh bayangan berangkat ke Tanah Suci, para korban menyerahkan emas mereka tanpa curiga. Begitu emas berpindah tangan, para pelaku menghilang bak ditelan bumi.
Tak hanya menjual mimpi haji, komplotan ini juga punya siasat lain di Kecamatan Balen. Kali ini, mereka menyamar sebagai petugas kesehatan. Dengan stetoskop dan bahasa yang santun, mereka berpura-pura memeriksa kesehatan lansia.
Baca Juga: Laju Maut Honda Tiger Pelajar 13 Tahun Merenggut Nyawa Lansia di Bojonegoro
Di sela-sela pemeriksaan, mereka menawarkan bansos senilai Rp5 juta. Lagi-lagi, kalung atau cincin emas diminta sebagai syarat pendataan.
Korban yang sudah merasa nyaman dengan 'pelayanan kesehatan' gratis tersebut akhirnya hanya bisa terpaku saat menyadari perhiasan mereka telah dibawa kabur.
Kelihaian para pelaku akhirnya terhenti setelah tim Satreskrim melakukan penyelidikan mendalam berdasarkan laporan warga.
Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kwitansi pembelian emas, pakaian penyamaran, telepon genggam, hingga dua unit motor (Honda Beat dan Yamaha NMax) yang digunakan untuk operasional.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama keluarga yang memiliki orang tua lanjut usia di rumah, agar lebih waspada. Jangan mudah percaya pada orang asing yang menjanjikan sesuatu dengan meminta imbalan barang berharga," tegas AKBP Afrian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Terkuak! Semburan Lumpur di Jalan Dupak Surabaya Ternyata Pipa Raksasa Petrokimia Gresik Bocor
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal
-
Survei Arawicaksa: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Hanya 50,1 Persen, Harga Pangan Jadi PR Utama
-
Geger Semburan Lumpur Muncul di Jalan Dupak Surabaya, Warga Khawatir Lapindo Jilid 2
-
Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum