- Warga Desa Barunggagah, Sampang, menemukan bayi laki-laki telantar di semak-semak pada Minggu, 7 Juni 2026 dalam kondisi memprihatinkan.
- Polres Sampang menangkap ibu bayi berinisial H asal Bangkalan yang membuang anaknya akibat rasa malu hubungan di luar nikah.
- Pelaku kini ditahan dan terancam hukuman maksimal lima tahun penjara sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak serta ketentuan hukum pidana berlaku.
SuaraJatim.id - Ketenangan warga Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Sampang, seketika pecah saat sebuah tangisan lirih terdengar dari balik rimbunnya semak-semak, Minggu (7/6/2026).
Bukan suara hewan, melainkan tangis seorang bayi laki-laki yang baru saja menghirup udara dunia. Saat ditemukan, kondisinya menyayat hati.
Tanpa sehelai benang pun pakaian, bayi mungil itu tergeletak di atas selembar kain perlak hitam dengan tali pusar yang masih menempel.
Tubuhnya yang seberat 3,3 kilogram harus berjuang melawan sengatan alam. Petugas medis menemukan luka-luka kemerahan di bagian kepalanya, bekas gigitan semut yang mengerubunginya selama ditinggalkan di alam terbuka.
Aparat kepolisian bergerak cepat. Tak butuh waktu lama bagi Polres Sampang untuk melacak jejak sang ibu. H (33), seorang warga Kecamatan Kokop, Bangkalan, akhirnya diamankan.
Ironisnya, saat ditangkap, kondisi fisik H masih sangat lemah. Ia harus segera dilarikan ke fasilitas medis karena sisa ari-ari yang tertinggal di rahimnya belum sempat dibersihkan.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengungkapkan motif di balik tindakan nekat H. Di hadapan penyidik, H mengakui bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungan di luar pernikahan. Bayangan sanksi sosial dan rasa malu yang menghantui membuatnya memilih jalan pintas yang fatal.
"Pelaku sengaja meninggalkan bayinya di sana dengan harapan ada orang lain yang menemukan dan merawatnya. Ia ingin menghindar dari tanggung jawab sebagai orang tua," ujar AKP Eko, Selasa (9/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sebuah kantong plastik putih, tali rafia biru, dan selembar kain perlak kini menjadi barang bukti bisu di kantor polisi.
Baca Juga: Modus Ordal DPR RI, Pria di Sampang Tilap Rp600 Juta Janjikan Lolos Tes Polisi
Kini, H harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan Pasal 77B juncto Pasal 76B UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 430 KUHP. Bayang-bayang hukuman penjara paling lama lima tahun kini menantinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun