- Puluhan warga Desa Gununggangsir menggeruduk Mapolsek Beji pada Selasa, 4 Agustus 2026, untuk menuntut keadilan.
- Massa memprotes kematian Widi Nur Cahyono yang diduga tewas akibat dianiaya oknum polisi saat penangkapan.
- Kapolsek Beji menyatakan Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
SuaraJatim.id - Pelataran Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Beji memanas, Selasa (4/8/2026). Puluhan warga Desa Gununggangsir datang menuntut jawaban atas nyawa yang hilang bernama Widi Nur Cahyono.
Suasana mencekam menyelimuti kantor polisi itu sejak pagi. Warga yang geram, mulai dari pemuda hingga orang tua, merapatkan barisan.
Mereka menuntut satu hal yang pasti yaitu keadilan bagi Widi, pria 43 tahun yang dijemput sehat namun pulang tinggal nama setelah diduga dianiaya oknum petugas pada Senin sore sebelumnya.
“Kami datang untuk meminta klarifikasi. Warga geram! Penangkapan dilakukan tanpa surat perintah dan berakhir dengan kematian,” ujar Aris, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Bagi warga Gununggangsir, prosedur penangkapan Widi adalah sebuah misteri yang mengerikan. Mereka tidak hanya meminta penjelasan di atas kertas, massa mendesak agar seluruh anggota kepolisian yang terlibat dalam penyergapan maut itu dihadirkan langsung di depan mata mereka.
Ketegangan sempat memuncak saat warga mendesak masuk, memaksa pihak kepolisian untuk memberikan kepastian hukum yang transparan.
Di tengah kepungan massa, Kapolsek Beji, Kompol Akhmad Sukiyanto, akhirnya angkat bicara untuk meredam situasi yang mulai memanas. Ia memastikan bahwa institusinya tidak sedang menutup-nutupi borok di dalam tubuhnya.
“Polres Pasuruan sudah membentuk tim khusus untuk memeriksa siapa saja anggota yang terlibat. Pak Kapolres telah memerintahkan pengusutan tuntas atas insiden penangkapan ini,” ungkap Kompol Akhmad di hadapan massa.
Tim khusus yang dibentuk oleh pimpinan tertinggi Polres Pasuruan tersebut kini dikabarkan tengah bekerja maraton. Mereka mengumpulkan fakta, menyisir kembali rangkaian peristiwa, dan membidik siapa saja oknum yang bertindak di luar batas kewajaran.
Baca Juga: Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji
Berita Terkait
-
Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji
-
Polres Pasuruan Gagalkan Peredaran 41 Paket Sabu, Empat Tersangka Dibekuk
-
Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
-
Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk
-
Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan
-
Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas
-
Persaingan Ketat di Tengah Persebaya Jadi Energi Positif Gledson Paixao
-
Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi