Wakos Reza Gautama
Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menggeruduk Markas Polsek Beji, Selasa (4/8/2026), untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Widi Nur Cahyono. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Puluhan warga Desa Gununggangsir menggeruduk Mapolsek Beji pada Selasa, 4 Agustus 2026, untuk menuntut keadilan.
  • Massa memprotes kematian Widi Nur Cahyono yang diduga tewas akibat dianiaya oknum polisi saat penangkapan.
  • Kapolsek Beji menyatakan Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

SuaraJatim.id - Pelataran Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Beji memanas, Selasa (4/8/2026). Puluhan warga Desa Gununggangsir datang menuntut jawaban atas nyawa yang hilang bernama Widi Nur Cahyono.

Suasana mencekam menyelimuti kantor polisi itu sejak pagi. Warga yang geram, mulai dari pemuda hingga orang tua, merapatkan barisan.

Mereka menuntut satu hal yang pasti yaitu keadilan bagi Widi, pria 43 tahun yang dijemput sehat namun pulang tinggal nama setelah diduga dianiaya oknum petugas pada Senin sore sebelumnya.

“Kami datang untuk meminta klarifikasi. Warga geram! Penangkapan dilakukan tanpa surat perintah dan berakhir dengan kematian,” ujar Aris, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Bagi warga Gununggangsir, prosedur penangkapan Widi adalah sebuah misteri yang mengerikan. Mereka tidak hanya meminta penjelasan di atas kertas, massa mendesak agar seluruh anggota kepolisian yang terlibat dalam penyergapan maut itu dihadirkan langsung di depan mata mereka.

Ketegangan sempat memuncak saat warga mendesak masuk, memaksa pihak kepolisian untuk memberikan kepastian hukum yang transparan.

Di tengah kepungan massa, Kapolsek Beji, Kompol Akhmad Sukiyanto, akhirnya angkat bicara untuk meredam situasi yang mulai memanas. Ia memastikan bahwa institusinya tidak sedang menutup-nutupi borok di dalam tubuhnya.

“Polres Pasuruan sudah membentuk tim khusus untuk memeriksa siapa saja anggota yang terlibat. Pak Kapolres telah memerintahkan pengusutan tuntas atas insiden penangkapan ini,” ungkap Kompol Akhmad di hadapan massa.

Tim khusus yang dibentuk oleh pimpinan tertinggi Polres Pasuruan tersebut kini dikabarkan tengah bekerja maraton. Mereka mengumpulkan fakta, menyisir kembali rangkaian peristiwa, dan membidik siapa saja oknum yang bertindak di luar batas kewajaran.

Baca Juga: Teriakan Ampun Pak yang Berakhir Duka: Misteri Kematian Widi di Tangan Oknum Polsek Beji

Load More