- Pemkab Sampang resmi membuka pendaftaran Sekolah Rakyat untuk 90 siswa prasejahtera jenjang SD, SMP, dan SMA tahun 2026.
- Gedung Sekolah Rakyat permanen di Sampang menjadi fasilitas pertama di Madura yang memiliki infrastruktur pendidikan sangat lengkap.
- Gedung Sekolah Rakyat Sampang akan menampung sementara siswa dari Kabupaten Pamekasan dan Sumenep untuk proses kegiatan belajar.
SuaraJatim.id - Angin segar berembus bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Setelah menanti kesiapan infrastruktur yang matang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang resmi membuka pintu pendaftaran bagi calon siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun pelajaran 2026-2027.
Langkah ini bukan sekadar urusan administratif tahunan. Bagi Sampang, pendaftaran ini adalah sejarah. Setelah sempat absen merekrut siswa pada tahun sebelumnya demi memastikan kesiapan fasilitas, kini Sekolah Rakyat siap menjadi kawah candradimuka bagi putra-putri terbaik daerah dari keluarga prasejahtera.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengungkapkan bahwa rekrutmen angkatan pertama ini akan menjaring 90 siswa potensial. Kuota tersebut dibagi secara merata untuk tiga jenjang pendidikan.
"Kami merekrut masing-masing 30 siswa untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Jadi total ada 90 kursi yang tersedia," ujar Yuliadi, Sabtu (13/6/2026).
Keputusan untuk membuka tiga jenjang sekaligus di tahun pertama ini merupakan langkah berani yang diambil Pemkab Sampang. Hal ini dimungkinkan karena kondisi infrastruktur yang sudah siap tempur.
Ada kebanggaan tersendiri bagi warga Sampang tahun ini. Kabupaten ini tercatat sebagai daerah pertama di Pulau Madura yang memiliki gedung Sekolah Rakyat permanen. Keunggulan fasilitas ini bahkan membuat kabupaten tetangga harus melirik Sampang.
Karena kemegahan dan kesiapan gedung yang dimiliki, Sekolah Rakyat Sampang akan menjadi tuan rumah sementara bagi siswa SR dari Kabupaten Pamekasan dan Sumenep.
"Dua kabupaten tetangga akan menumpang sementara di gedung SR Sampang untuk tahun pelajaran 2026-2027, hingga pembangunan gedung di daerah mereka selesai," tambah Yuliadi.
Program Sekolah Rakyat ini sejalan dengan visi besar Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan bahwa SR adalah senjata utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang selama ini terjebak di bawah garis kemiskinan.
Baca Juga: Belum Punya Gedung, Siswa SRMP 29 Pamekasan Harus Pindah Belajar ke Sampang
SR hadir bukan sekadar memberikan sekolah gratis, melainkan memberikan akses pendidikan yang layak, memadai, dan berkualitas tinggi bagi mereka yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Uang Judol Rp9 Miliar Milik Jaka Purnama Disetorkan ke Negara
-
Remaja Blega Nekat Terjun dari Menara BTS Ketinggian 100 Meter
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar