- Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menahan Kepala Bidang Dinas ESDM Jatim berinisial ED pada Selasa 28 Juli 2026 di Surabaya.
- Tersangka ED memerintahkan bawahannya melakukan pungutan liar perizinan air tanah kepada 217 pemohon dengan total Rp1,33 miliar.
- Penahanan ED menambah jumlah tersangka kasus korupsi di Dinas ESDM Jatim menjadi empat pejabat resmi.
SuaraJatim.id - Tabir gelap yang menyelimuti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur kian tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kembali menyeret satu sosok penting ke balik jeruji besi, mempertegas adanya praktik setoran paksa yang sistematis dalam pengurusan izin di instansi tersebut.
Kali ini, giliran ED, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Jatim, yang resmi mengenakan rompi tahanan. Ia menyusul tiga koleganya, termasuk mantan Kepala Dinas, yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan wewenang.
ED bukan sekadar pemain figuran. Hasil penyidikan mengungkap peran sentralnya sebagai dirigen dalam mengatur aliran uang haram dari para pemohon izin pemanfaatan air tanah. Di bawah komandonya, prosedur perizinan yang seharusnya bersih justru dijadikan lahan pemerasan.
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim, I Gede Punia Atmaja, membeberkan bahwa ED memerintahkan bawahannya untuk meminta uang di luar ketentuan resmi kepada ratusan warga dan pengusaha.
"Tersangka ED memerintahkan tersangka H meminta uang tidak sesuai ketentuan kepada 217 pemohon izin. Total uang yang terkumpul mencapai Rp1,33 miliar," ungkap Punia di Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Yang mengejutkan, praktik ini dikelola layaknya perusahaan profesional namun gelap. ED diduga mengendalikan penuh setiap rupiah yang masuk.
Ia memerintahkan adanya pembukuan khusus yang mencatat seluruh penerimaan dan pengeluaran hasil pungli tersebut.
Tak ada satu rupiah pun yang bisa keluar tanpa restu darinya. "Seluruh pengeluaran harus dengan persetujuan tersangka ED. Uang-uang tersebut kemudian dilaporkan secara berkala kepada Kepala Dinas (tersangka AM)," tambah Punia.
Dengan ditetapkannya ED, kini total ada empat pejabat ESDM Jatim yang terseret dalam pusaran kasus ini. Mereka adalah AM (Mantan Kadis ESDM), OS (Kabid Pertambangan), H (Ketua Tim Kerja), dan kini ED.
Baca Juga: Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
Untuk mencegah tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, Kejati Jatim resmi menahan ED di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya Cabang Rutan Kejati Jatim selama 20 hari ke depan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum