- Konvoi massa pesilat merayakan pengesahan anggota baru di Jalan Ir Soekarno, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026) malam.
- Gesekan antar kelompok memicu aksi provokasi dan benturan senjata tajam yang merangsek masuk ke permukiman warga Kalijudan.
- Tiga orang, termasuk dua warga lokal dan satu anggota silat, mengalami luka serius akibat bentrokan tersebut.
SuaraJatim.id - Pekikan provokasi dan benturan senjata tajam mewarnai tradisi perayaan malam pengesahan warga baru perguruan silat di Jalan Ir Soekarno (Merr) Surabaya, Rabu (17/6/2026).
Peristiwa ini bermula saat gelombang konvoi massa pesilat bergerak dari arah Kenjeran. Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan ini tengah merayakan euforia anggota baru.
Namun, suasana hangat perayaan itu menguap seketika saat gesekan antar kelompok pecah. Provokasi dari pihak luar memicu aksi kejar-kejaran yang membawa massa merangsek masuk ke arah perkampungan Kalijudan.
Putri, salah satu warga setempat, mengaku terbangun dengan jantung berdebar kencang. Bayangan ketenangan istirahatnya sirna berganti pemandangan mengerikan di depan mata.
"Tadi saya tidur, terus kebangun karena ramai sekali. Pas saya keluar, ternyata sudah bentrok. Ada yang bawa senjata tajam dan balok-balok kayu besar," tutur Putri dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Nahas, bentrokan itu tak hanya melibatkan mereka yang bersitegang. Warga lokal yang bermaksud menghalau massa agar tidak masuk lebih jauh ke perkampungan justru menjadi sasaran. Tercatat, tiga orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka serius.
Mirisnya, dua dari tiga korban tersebut adalah warga asli Kalijudan yang tengah berupaya menjaga kedamaian kampungnya. Sementara satu korban lainnya merupakan anggota kelompok silat dari luar Surabaya.
"Satu orang dari kelompok silat, tapi bukan warga sini. Sementara dua warga kami sendiri justru jadi korban saat mencoba menghalau bentrok," tambah Putri.
Petugas keamanan gabungan dari TNI dan Polri berjaga ketat di titik-titik rawan untuk membendung massa yang dilaporkan terus berdatangan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan mendalam terkait kronologi pasti maupun identitas para pelaku.
Baca Juga: Gelombang Protes di Surabaya: Ojol hingga Pedagang Kecil Menggugat Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran
"Belum ada informasi lebih lanjut," jawab Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, AKP Joko, singkat saat dikonfirmasi.
Berita Terkait
-
Gelombang Protes di Surabaya: Ojol hingga Pedagang Kecil Menggugat Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran
-
Mahasiswa Cipayung Plus Turun ke Jalan, Kebijakan Prabowo Dinilai Tak Pro Rakyat
-
Surabaya Demam Piala Dunia 2026, Fans Rela Rogoh Kocek Jutaan untuk Jersey
-
Predator di Balik Laras Senjata: Nestapa Atlet Muda Surabaya dalam Cengkeraman Pelatih
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun