Wakos Reza Gautama
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Pembongkaran makam (ekshumasi) pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto berinisial RG (35) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo melibatkan Tim Kedokteran Forensik bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Tim Forensik Polda Jatim membongkar makam pegawai Kejari Mojokerto, Rei Besari, di Sidoarjo pada Jumat pagi.
  • Ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga yang curiga karena kematian korban sebelumnya diduga akibat asma atau lambung.
  • Polisi menyatakan hasil resmi autopsi dari Labfor Polda Jatim baru akan keluar dalam waktu tiga bulan ke depan.

SuaraJatim.id - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Lengki, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi tegang, Jumat (31/7/2026) pagi. Suara gesekan sekop dengan tanah makam menjadi satu-satunya bunyi yang memecah keheningan sekitar pukul 07.20 WIB. Di balik garis polisi, sebuah teka-teki besar sedang berusaha digali kembali.

Rei Besari Gaylendri (35), seorang aparatur sipil negara yang menjabat sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, telah beristirahat di sana selama 40 hari. Namun, bagi keluarganya, ketenangan Rei di alam baka terusik oleh rasa curiga yang tak kunjung padam.

Dugaan awal menyebutkan Rei meninggal dunia akibat serangan asma atau masalah lambung. Namun, ada suara lain yang mengganjal di hati keluarga, yang membuat mereka akhirnya meminta makam Rei dibongkar kembali.

Proses ekshumasi (pembongkaran makam) ini bukan perkara biasa. Tim Kedokteran Forensik bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim turun langsung ke lapangan.

Selama kurang lebih tiga jam, para ahli berkutat dengan jenazah untuk mencari bukti-bukti medis yang mungkin tertinggal.

KBO Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Ipda Cahyono, mengonfirmasi bahwa langkah ekstrem ini diambil murni atas permohonan resmi keluarga.

"Awalnya diduga karena penyakit asma. Namun, pihak keluarga merasa ada yang tidak wajar. Kami melakukan autopsi ini untuk memastikan penyebab pasti kematiannya," ungkap Ipda Cahyono dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kilas balik sebelum kejadian, Rei masih menjalankan tugasnya di kantor Kejari Kota Mojokerto. Di tengah jam kerja, ia mendadak mengeluh sakit.

Langkah kakinya hari itu berakhir di RS Rekso Waluyo. Takdir berkata lain, Rei dinyatakan meninggal dunia di sana, meninggalkan tanda tanya besar bagi orang-orang terdekatnya.

Baca Juga: Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi

Di sisi lain, institusi tempat Rei mengabdi memilih untuk bersikap hati-hati. Kasi Intelijen Kejari Kota Mojokerto, Yusaq Djunarto, membenarkan bahwa Rei adalah pegawainya, namun ia menutup rapat keran informasi terkait alasan di balik ekshumasi tersebut.

“No comment, masih proses penyelidikan,” tegas Yusaq singkat.

Meski proses autopsi di pemakaman telah usai, tabir misteri kematian Rei tidak akan tersingkap dalam semalam. Kepolisian menyebut butuh waktu sekitar tiga bulan bagi Labfor Polda Jatim untuk mengeluarkan hasil resmi.

Load More