- Tim Forensik Polda Jatim membongkar makam pegawai Kejari Mojokerto, Rei Besari, di Sidoarjo pada Jumat pagi.
- Ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga yang curiga karena kematian korban sebelumnya diduga akibat asma atau lambung.
- Polisi menyatakan hasil resmi autopsi dari Labfor Polda Jatim baru akan keluar dalam waktu tiga bulan ke depan.
SuaraJatim.id - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Lengki, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi tegang, Jumat (31/7/2026) pagi. Suara gesekan sekop dengan tanah makam menjadi satu-satunya bunyi yang memecah keheningan sekitar pukul 07.20 WIB. Di balik garis polisi, sebuah teka-teki besar sedang berusaha digali kembali.
Rei Besari Gaylendri (35), seorang aparatur sipil negara yang menjabat sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, telah beristirahat di sana selama 40 hari. Namun, bagi keluarganya, ketenangan Rei di alam baka terusik oleh rasa curiga yang tak kunjung padam.
Dugaan awal menyebutkan Rei meninggal dunia akibat serangan asma atau masalah lambung. Namun, ada suara lain yang mengganjal di hati keluarga, yang membuat mereka akhirnya meminta makam Rei dibongkar kembali.
Proses ekshumasi (pembongkaran makam) ini bukan perkara biasa. Tim Kedokteran Forensik bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim turun langsung ke lapangan.
Selama kurang lebih tiga jam, para ahli berkutat dengan jenazah untuk mencari bukti-bukti medis yang mungkin tertinggal.
KBO Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Ipda Cahyono, mengonfirmasi bahwa langkah ekstrem ini diambil murni atas permohonan resmi keluarga.
"Awalnya diduga karena penyakit asma. Namun, pihak keluarga merasa ada yang tidak wajar. Kami melakukan autopsi ini untuk memastikan penyebab pasti kematiannya," ungkap Ipda Cahyono dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kilas balik sebelum kejadian, Rei masih menjalankan tugasnya di kantor Kejari Kota Mojokerto. Di tengah jam kerja, ia mendadak mengeluh sakit.
Langkah kakinya hari itu berakhir di RS Rekso Waluyo. Takdir berkata lain, Rei dinyatakan meninggal dunia di sana, meninggalkan tanda tanya besar bagi orang-orang terdekatnya.
Baca Juga: Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi
Di sisi lain, institusi tempat Rei mengabdi memilih untuk bersikap hati-hati. Kasi Intelijen Kejari Kota Mojokerto, Yusaq Djunarto, membenarkan bahwa Rei adalah pegawainya, namun ia menutup rapat keran informasi terkait alasan di balik ekshumasi tersebut.
“No comment, masih proses penyelidikan,” tegas Yusaq singkat.
Meski proses autopsi di pemakaman telah usai, tabir misteri kematian Rei tidak akan tersingkap dalam semalam. Kepolisian menyebut butuh waktu sekitar tiga bulan bagi Labfor Polda Jatim untuk mengeluarkan hasil resmi.
Berita Terkait
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi
-
Nenek Nanik Ditemukan Membeku di Kubangan Lumpur Mojokerto Bersama Tas Penuh Uang
-
Menyibak Jejak Pemukiman Elit Era Majapahit di Balik Lantai Segi Enam Sentonorejo
-
Insiden di Bypass Balongmojo Mojokerto: Jasad Misterius Tergeletak di Depan SPBU
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Setelah 40 Hari, Mengapa Makam Pegawai Kejari Mojokerto Tiba-tiba Dibongkar?
-
Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Pikap KDMP Terlibat Tabrakan Beruntun dengan Bus Peziarah di Ponorogo, Begini Nasib Penumpangnya