- Pemuda berinisial FYP (20) di Tulungagung ditemukan meninggal dunia akibat depresi berat pada Rabu (16/9/2026).
- Korban nekat mengakhiri hidup di kediamannya karena tertekan cicilan utang pinjol mingguan mencapai Rp15 juta.
- Polres Tulungagung saat ini masih mendalami jejak digital serta aliran transaksi terkait kasus pinjaman online tersebut.
SuaraJatim.id - Lingkaran hitam pinjaman online (pinjol) kembali menelan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial FYP (20), warga Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Rabu (16/9/2026) siang, diduga akibat depresi berat usai tercekik beban cicilan utang mingguan yang nilainya tak masuk akal.
Tragedi memilukan ini bermula dari percakapan jarak jauh via panggilan video (video call) antara korban dan kekasihnya pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.50 WIB.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, membeberkan bahwa dalam percakapan terakhir tersebut, sang kekasih sempat menanyakan kepastian perihal pembayaran tagihan utang korban. FYP sempat berujar bahwa kewajibannya telah diselesaikan ke seseorang.
Namun, beban mental yang dipikul korban tampaknya sudah melampaui batas ketahanan dirinya. Tak lama berselang, FYP menyampaikan keputusasaan mendalam hingga mengutarakan niatnya untuk mengakhiri hidup.
Sontak panik mendengar firasat buruk itu, sang kekasih langsung menghubungi rekannya yang tinggal di dekat rumah korban untuk segera mengecek ke lokasi.
"Rekan korban tiba sekitar pukul 11.05 WIB. Karena rumah terkunci rapat, saksi terpaksa mendobrak pintu. Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa," jelas Iptu Nanang dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan tim medis, korban diperkirakan telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepergian FYP menyisakan kepedihan mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Pemuda berusia 20 tahun ini dikenal sebagai sosok pekerja keras.
Di tengah kenyataan hidup sebatang kara akibat perceraian orang tuanya, sehari-hari ia banting tulang memelihara kambing sembari bekerja sebagai tenaga cuci ompreng di sebuah SPPG.
Baca Juga: Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik
Namun, upah sederhana dari kerja kerasnya itu kontras dengan jeratan utang digital yang menimpanya. Penyelidikan awal kepolisian mengungkap angka tagihan fantastis yang diduga menghantui hari-hari terakhir korban.
"Korban diduga kuat memiliki tanggungan pinjaman online yang sangat besar, dengan kewajiban pembayaran cicilan mencapai Rp15 juta setiap pekan," pungkas Iptu Nanang.
Kini pihak kepolisian masih mendalami jejak digital dan aliran transaksi guna menelusuri aplikasi atau pihak yang diduga menerapkan tagihan pemerasan tersebut kepada korban.
CATATAN REDAKSI:
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda, kerabat, atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan batin, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk bercerita dan meminta bantuan profesional.
Hubungi layanan konseling kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di nomor hotline 119 perpanjangan 8, atau kontak lembaga pencegahan seperti komunitas Into The Light Indonesia (intothelightid.org) dan Bisa Bicara.
Berita Terkait
-
Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik
-
Murka Rumah Tangganya Hancur, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Habis Mobil Selingkuhan Istri
-
Jember Mau Utang Rp786 Miliar, PDIP Ngamuk dan Boikot Sidang Paripurna
-
Hasil Lab Keluar! Bakteri Ditemukan dalam Program MBG Tulungagung
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum