- Gondham Prakoso, Mualim II KM Virgo Transport 8, belum ditemukan setelah kapalnya tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
- Keluarga korban di Jombang terus menanti kabar kepastian pencarian dari Basarnas dan perusahaan pelayaran hingga Rabu (16/9/2026).
- Korban yang hilang seharusnya mulai menempuh sekolah perwira pelayaran lanjutan pada 21 September mendatang.
SuaraJatim.id - Di peta maritim, tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa mungkin dicatat sebagai deretan data statistik kecelakaan kapal.
Namun di sebuah rumah sederhana di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, tragedi itu menjelma menjadi lorong penantian panjang yang sunyi, mencekam, dan berlumur air mata.
Di rumah itu, waktu seolah berhenti sejak Minggu (13/9/2026). Ada seorang ibu yang tak lagi berselera menyentuh makanan, seorang istri yang termangu menatap layar ponsel, dan seorang balita yang terus menatap ke arah pintu, menunggu kepulangan ayahnya.
Mereka menanti kabar tentang Gondham Prakoso (32), Second Officer (Mualim II) KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum diketahui rimbanya di luasnya perairan Laut Jawa.
Bagi sang ibunda, Eni, kabar hilangnya putra kedua dari empat bersaudara itu adalah hantaman yang melumpuhkan jiwanya.
Duduk di ruang tamu rumahnya pada Rabu (16/9/2026), tatapan matanya kosong, suaranya bergetar menahan tangis yang tak kunjung reda.
"Saya sudah tidak kuat. Sampai sekarang belum makan," bisik Eni lirih dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com, Rabu (16/9/2026).
Baginya, logika pencarian di laut lepas gugur di hadapan naluri seorang ibu: ia hanya ingin anaknya pulang dengan selamat.
Keluarga sejatinya sudah mencium gelagat tak beres sejak Minggu dini hari. Saat kapal Ro-Ro bermuatan ratusan jiwa rute Surabaya–Banjarmasin itu mulai menghadapi situasi kritis di tengah laut, istri Gondham sempat menerima pesan singkat WhatsApp dari sang suami.
Baca Juga: Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura
Demi menjaga ketenangan keluarga, pesan bernada genting itu sempat dirahasiakan sebelum kabar karamnya kapal akhirnya meledak pada pagi harinya.
Sejak detik itu, kepanikan pecah. Dari Jombang, keluarga bergerak ke segala penjuru. Menghubungi sambungan darurat Basarnas, menelepon kantor pelayaran, hingga mendatangi kantor pusat perusahaan di Surabaya. Namun hingga hari keempat pascakejadian, jawaban yang mereka bawa pulang tetap hampa.
"Semua sudah kami hubungi. WA Basarnas, WA kantor, saudara-saudara juga sudah menyusul ke Surabaya. Kami cuma menunggu mukjizat," tutur Dyah Puspitasari (36), kakak kandung Gondham.
Tragedi ini terasa kian menyayat hati mengingat Gondham tengah berada di ambang mimpinya. Pelaut yang telah mengarungi lautan selama enam tahun ini bukanlah orang baru di dunia maritim.
Dua bulan bertugas di KM Virgo Transport 8, pria pekerja keras ini sejatinya telah menyiapkan lompatan besar dalam kariernya.
Ia telah resmi terdaftar untuk menempuh sekolah perwira pelayaran lanjutan demi mengejar impian menjadi seorang Nakhoda.
Berita Terkait
-
Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura
-
Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar
-
Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT