- Bonek memblokade bus Persebaya di Stadion GBT pada Jumat (30/10/2026) malam akibat hasil imbang melawan Persijap.
- Suporter menuntut pertanggungjawaban langsung dari manajer Siddik Tualeka dan pelatih Bernardo Tavares di lokasi kejadian.
- Pelatih Bernardo Tavares menyampaikan alasan kurang beruntung yang memicu cemoohan serta ultimatum evaluasi total dari suporter.
SuaraJatim.id - Ada pemandangan anomali yang memicu bulu kuduk berdiri di luar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10/2026) malam.
Bus tim tamu, Persijap Jepara, dipersilakan melenggang bebas diiringi teriakan ramah suporter. Namun beberapa meter di belakangnya, nasib berbeda dialami armada Bajol Ijo. Bus Persebaya Surabaya justru disandera pendukungnya sendiri.
Hasil imbang kontra Persijap di kandang rupanya menjadi tetes terakhir batas kesabaran Bonek dan Bonita. Begitu peluit panjang berbunyi, bara kekecewaan berpindah dari tribun ke pintu keluar stadion.
Puluhan suporter memblokade gerbang, mengubah aspal GBT menjadi ruang sidang jalanan selama hampir satu jam. Sasarannya Manajer tim, Siddik Tualeka (Alek), dan sang juru taktik, Bernardo Tavares.
"Seret pak polisi! Tembak gas air mata biar cepat keluar!" teriak salah satu suporter yang frustrasi melihat manajemen tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Suasana kian mendidih saat teriakan lain bersahutan menuntut tanggung jawab sang manajer. "Alek, metuo! Tanggung jawab kene, ojok ndelik ae! (Alek, keluar! Tanggung jawab di sini, jangan sembunyi saja!)" semprot suporter di barisan depan.
Upaya para pemain untuk menjadi tameng dan meredakan situasi berujung sia-sia. Kiper Persebaya yang mencoba angkat bicara langsung dibungkam massa.
Pun demikian dengan Francisco Rivera. Penjelasan sang gelandang yang terbata-bata dalam bahasa Indonesia tak digubris. Bonek menolak berbicara dengan pemain. Mereka hanya ingin otak di balik taktik dan kebijakan klub yang bersuara.
Momen puncak ketegangan terjadi saat Bernardo Tavares akhirnya menghadapi massa. Alih-alih meredam amarah, pernyataan pelatih asal Portugal itu justru menuai 'bumerang'.
Baca Juga: Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan
"Para pemain sudah berusaha sebaik mungkin, mungkin kita belum beruntung. Pertandingan depan akan kami berikan hasil yang lebih baik," ucap Tavares.
Jawaban normatif bernada klise tersebut langsung disambar koor cemoohan panjang. Bagi Bonek yang muak dengan siklus kalah-seri-kalah, kata kurang beruntung terdengar seperti alasan murahan.
Melalui pengeras suara, seorang koordinator aksi akhirnya melayangkan ultimatum keras agar ada evaluasi total dan perombakan performa dalam batas waktu yang ditentukan, atau Persebaya akan menghadapi gelombang protes yang jauh lebih masif.
Blokade akhirnya dibuka dengan kawalan sumpah serapah. Bus Bajol Ijo perlahan merayap meninggalkan stadion dalam tekanan moral yang luar biasa.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan
-
Persaingan Ketat di Tengah Persebaya Jadi Energi Positif Gledson Paixao
-
DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!
-
Persebaya Makin Intens Jelang Debut Super League, Ini Kata Yuran Fernandes
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh