Wakos Reza Gautama
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:53 WIB
Juru kunci Asta Sumbersuko, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, menemukan sesosok pria meninggal dunia di area hutan lereng gunung di belakang kompleks asta, Jumat (31/7/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Warga bernama Mashuri ditemukan tewas tertelungkup di lereng hutan Situbondo pada Jumat siang.
  • Juru kunci menemukan korban berkat bantuan anjing setelah korban hilang dari pengajian.
  • Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban memiliki riwayat hipertensi dan sedang berpuasa.

SuaraJatim.id - Warga geger setelah adanya mayat ditemukan di area hutan lereng gunung di belakang kompleks Asta Sumbersuko, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jumat (31/7/2026) siang.

Edi Tohari, sang juru kunci Asta, awalnya hanya ingin menikmati secangkir kopi sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, instingnya terusik.

Seekor anjing di dekatnya tak berhenti menyalak ke arah lereng hutan yang rimbun. Didorong rasa penasaran sekaligus curiga, Edi memutuskan untuk mengikuti arah gonggongan tersebut.

Langkah kakinya membawanya ke sebuah titik di lereng dengan kemiringan cukup curam, sekitar 45 derajat. Di sana, di antara semak belukar yang hanya berjarak 10 meter dari bangunan makam keramat (Asta), Edi terperanjat. Sesosok pria ditemukan tertelungkup membisu. Ia tak lagi bernapas.

Korban kemudian diidentifikasi sebagai Mashuri (50), warga Desa Balung, Kecamatan Kendit. Sebelum ditemukan tak bernyawa, Mashuri diketahui menjalani aktivitas spiritual yang khidmat.

Berdasarkan keterangan keluarga kepada BPBD Situbondo, pria paruh baya ini berpamitan sejak Kamis malam (30/7/2026) untuk mengikuti pengajian rutin di Asta Sumbersuko.

Saksi mata sempat melihat Mashuri masih khusyuk mengaji di dalam kompleks Asta pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Namun, hanya berselang 30 menit kemudian, sosoknya mendadak raib dari kerumunan jemaah. Tak ada yang menyangka, langkah kakinya justru berakhir di lereng terjal di balik tembok kompleks suci tersebut.

Laporan penemuan ini segera memicu respons cepat dari tim gabungan. Polsek Kendit, Koramil, Tim INAFIS Polres Situbondo, bersama BPBD dan Tagana bergerak menuju lokasi. Proses evakuasi tidaklah mudah mengingat medan yang miring dan licin.

Baca Juga: Dramatis! Detik-detik Teriakan Tetangga Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Situbondo

Di sekitar jasad korban, petugas menemukan sepasang sandal yang diduga milik Mashuri, tergeletak sekitar dua meter dari posisi tubuhnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Situbondo untuk menjalani pemeriksaan luar.

Penyebab pasti kematian Mashuri memang masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun, sebuah fakta menyentuh terungkap dari hasil asesmen medis awal.

"Hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban memiliki riwayat hipertensi. Selain itu, menurut keterangan saksi, korban diketahui sedang menjalankan ibadah puasa saat kejadian," ungkap Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Jumat (31/7/2026) malam dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Kombinasi kondisi fisik yang lemah akibat darah tinggi dan kondisi perut kosong saat mendaki lereng diduga menjadi faktor pemicu tumbangnya korban.

Kini, duka menyelimuti keluarga Mashuri. Meski terpukul, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergiannya sebagai sebuah musibah.

Load More