Wakos Reza Gautama
Senin, 18 Mei 2026 | 17:13 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji alias Cak Ji mendatangi rumah terduga pelaku arisan bodong berinisial NS alias Amanda. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 84 biduan dangdut di Surabaya kehilangan uang Rp1,8 miliar akibat penipuan investasi berkedok arisan oleh pelaku berinisial NS.
  • Wakil Wali Kota Surabaya melakukan sidak di Kelakahrejo Lor pada Senin, 18 Mei 2026, namun pelaku utama tidak ditemukan.
  • Pihak berwajib mengamankan dua kerabat pelaku untuk proses pemeriksaan lebih lanjut guna menindaklanjuti laporan kerugian dari para korban.

SuaraJatim.id - Puluhan biduan dangdut di Surabaya kini tengah meratapi nasib pilu. Bukan karena sepi panggilan manggung, melainkan karena tabungan hasil keringat mereka raib dalam pusaran arisan bodong senilai Rp1,8 miliar.

Puncaknya terjadi pada Senin (18/5/2026). Suasana tenang di kawasan Kelakahrejo Lor, Kelurahan Kandangan, mendadak tegang.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah terduga pelaku berinisial NS alias Amanda. Tak datang sendiri, pria yang akrab disapa Cak Ji ini dikawal puluhan biduan yang emosinya sudah di ubun-ubun.

Semua bermula dari janji manis Amanda sejak tahun 2025. Dengan pesonanya, ia menawarkan investasi berbalut arisan dengan bunga menggiurkan, mulai dari 20 hingga 50 persen dalam waktu singkat.

"Awalnya lancar, Mas. Saya titip Rp1 juta, kembalinya bisa Rp1,2 juta," kata Dhea Bonita (22), salah satu biduan yang harus kehilangan Rp40 juta.

Kepercayaan itu menjadi bumerang. Sejak Februari 2026, kucuran dana mendadak macet. Amanda menghilang bak ditelan bumi, meninggalkan 84 orang korban yang mayoritas bekerja sebagai penyanyi orkestra dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Mojokerto.

Saat rombongan Cak Ji tiba di lokasi pukul 10.33 WIB, sosok Amanda tak ditemukan. Hanya ada J, sang kakak, dan D, suami pelaku. Ketegangan meledak seketika. Para biduan yang merasa dikhianati melontarkan umpatan pedas.

"Gak mungkin kalau tidak tahu orangnya di mana! Maling, maling, maling!" teriak para korban histeris di tengah Balai RW setempat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

J yang terjepit dalam situasi panas itu hanya bisa berdalih. Ia mengaku terakhir kali hanya mengantar adiknya ke wilayah Madura dan kini telah putus komunikasi.

Baca Juga: Berpura-pura Jadi Turis: Siasat Licin Haji 'Jalur Belakang' Terbongkar di Bandara Juanda

Padahal, dua pekan lalu, J disebut telah menandatangani kesepakatan di atas materai untuk bertanggung jawab jika Amanda kabur.

Melihat mediasi yang berjalan alot dan diwarnai aksi saling dorong, Cak Ji tak mau mengambil risiko. Ia segera berkoordinasi dengan aparat Polsek Benowo untuk mengamankan J dan D guna menghindari amuk massa yang lebih anarkis.

"Supaya ada keadilan, hari ini juga dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Biar kepolisian yang menindaklanjuti laporan warga ini. Nilai kerugiannya sangat besar," tegas Cak Ji.

Kini, J dan D telah dibawa menggunakan mobil patroli menuju markas kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Load More