- Sebanyak 84 biduan dangdut di Surabaya kehilangan uang Rp1,8 miliar akibat penipuan investasi berkedok arisan oleh pelaku berinisial NS.
- Wakil Wali Kota Surabaya melakukan sidak di Kelakahrejo Lor pada Senin, 18 Mei 2026, namun pelaku utama tidak ditemukan.
- Pihak berwajib mengamankan dua kerabat pelaku untuk proses pemeriksaan lebih lanjut guna menindaklanjuti laporan kerugian dari para korban.
SuaraJatim.id - Puluhan biduan dangdut di Surabaya kini tengah meratapi nasib pilu. Bukan karena sepi panggilan manggung, melainkan karena tabungan hasil keringat mereka raib dalam pusaran arisan bodong senilai Rp1,8 miliar.
Puncaknya terjadi pada Senin (18/5/2026). Suasana tenang di kawasan Kelakahrejo Lor, Kelurahan Kandangan, mendadak tegang.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah terduga pelaku berinisial NS alias Amanda. Tak datang sendiri, pria yang akrab disapa Cak Ji ini dikawal puluhan biduan yang emosinya sudah di ubun-ubun.
Semua bermula dari janji manis Amanda sejak tahun 2025. Dengan pesonanya, ia menawarkan investasi berbalut arisan dengan bunga menggiurkan, mulai dari 20 hingga 50 persen dalam waktu singkat.
"Awalnya lancar, Mas. Saya titip Rp1 juta, kembalinya bisa Rp1,2 juta," kata Dhea Bonita (22), salah satu biduan yang harus kehilangan Rp40 juta.
Kepercayaan itu menjadi bumerang. Sejak Februari 2026, kucuran dana mendadak macet. Amanda menghilang bak ditelan bumi, meninggalkan 84 orang korban yang mayoritas bekerja sebagai penyanyi orkestra dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Mojokerto.
Saat rombongan Cak Ji tiba di lokasi pukul 10.33 WIB, sosok Amanda tak ditemukan. Hanya ada J, sang kakak, dan D, suami pelaku. Ketegangan meledak seketika. Para biduan yang merasa dikhianati melontarkan umpatan pedas.
"Gak mungkin kalau tidak tahu orangnya di mana! Maling, maling, maling!" teriak para korban histeris di tengah Balai RW setempat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
J yang terjepit dalam situasi panas itu hanya bisa berdalih. Ia mengaku terakhir kali hanya mengantar adiknya ke wilayah Madura dan kini telah putus komunikasi.
Baca Juga: Berpura-pura Jadi Turis: Siasat Licin Haji 'Jalur Belakang' Terbongkar di Bandara Juanda
Padahal, dua pekan lalu, J disebut telah menandatangani kesepakatan di atas materai untuk bertanggung jawab jika Amanda kabur.
Melihat mediasi yang berjalan alot dan diwarnai aksi saling dorong, Cak Ji tak mau mengambil risiko. Ia segera berkoordinasi dengan aparat Polsek Benowo untuk mengamankan J dan D guna menghindari amuk massa yang lebih anarkis.
"Supaya ada keadilan, hari ini juga dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Biar kepolisian yang menindaklanjuti laporan warga ini. Nilai kerugiannya sangat besar," tegas Cak Ji.
Kini, J dan D telah dibawa menggunakan mobil patroli menuju markas kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Berpura-pura Jadi Turis: Siasat Licin Haji 'Jalur Belakang' Terbongkar di Bandara Juanda
-
Nasib Layanan Pasien Jantung RSUD dr Soetomo Usai Kebakaran: Manajemen Siapkan Skema Darurat
-
Tragedi di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya: WNA India Nekat Gantung Diri 3 Hari Jelang Deportasi
-
Damkar Beber Penyebab Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI
-
Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka
-
Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun