- Warga Desa Trisono, Ponorogo, menemukan jasad bayi laki-laki terbungkus plastik di dalam selokan pada Senin, 18 Mei 2026.
- Hasil autopsi medis menyatakan bayi lahir cukup bulan tanpa tanda kekerasan fisik dan diperkirakan telah meninggal sebelum dibuang.
- Satreskrim Polres Ponorogo memeriksa tiga saksi serta menganalisis rekaman CCTV guna mengungkap identitas pelaku pembuang jasad bayi tersebut.
SuaraJatim.id - Tabir gelap yang menyelimuti penemuan jasad bayi laki-laki di Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Ponorogo, mulai tersingkap.
Seiring dengan selesainya proses autopsi di RSUD dr. Harjono, satu per satu fakta memilukan terungkap ke permukaan, menggambarkan detik-detik terakhir sang bayi malang sebelum akhirnya ditemukan warga dalam kondisi membusuk.
Berdasarkan hasil medis, bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dalam kondisi fisik yang sempurna dengan panjang tubuh 55 sentimeter dan rambut hitam legam sepanjang 5 sentimeter. Saat ditemukan terbungkus plastik hitam di sebuah selokan, tali pusarnya masih melekat utuh.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan sebuah fakta kunci yang mengubah arah penyelidikan. Polisi menduga kuat bahwa bayi tersebut sudah meninggal dunia sebelum pelaku membuangnya ke selokan.
"Diperkirakan sebelum dibuang, bayi tersebut sudah meninggal dunia. Hasil autopsi menunjukkan kondisi lahirnya wajar dan cukup bulan," ungkap AKP Imam Mujali, Senin (18/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka luar pada tubuh mungil tersebut. Meski jasadnya telah mengalami pembusukan selama tiga hingga empat hari, tubuh sang bayi masih utuh.
Luka bintik yang ditemukan di bagian belakang kepala diduga kuat muncul secara alami akibat proses pembusukan di area terbuka.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Ponorogo terus bekerja ekstra untuk memecahkan teka-teki siapa orang tua yang tega melakukan perbuatan tersebut.
Selain mengandalkan hasil autopsi, polisi kini tengah memelototi rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mencari jejak orang asing atau kendaraan mencurigakan yang melintas di sekitar selokan pemukiman warga Desa Trisono.
Baca Juga: Bayi Merah dengan Ari-ari Masih Menempel Dibuang di Halaman Rumah Warga Jombang
"Tiga orang saksi sudah kami periksa, termasuk mereka yang pertama kali mencium bau menyengat dan menemukan plastik hitam tersebut. Kami juga masih mendalami apakah proses persalinannya dibantu tenaga medis atau dilakukan sendiri secara ilegal," tambahnya.
Berita Terkait
-
Bayi Merah dengan Ari-ari Masih Menempel Dibuang di Halaman Rumah Warga Jombang
-
Jasad Bayi Membusuk dalam Kantong Plastik Gegerkan Warga Babadan Ponorogo
-
Bayi 2 Minggu Dibuang di Jembatan Madiun, Identitas Ayah Terbongkar, Sang Ibu Menghilang
-
Skenario Palsu Ibu Muda di Blitar: Karang Cerita Temukan Bayi karena Takut Dimarahi Ortu
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI
-
Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka
-
Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun