Ronald Seger Prabowo
Senin, 17 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [ANTARA/Ananto Pradana]
Baca 10 detik
  • Balai Besar TNBTS menghitung kerugian lingkungan dan ekonomi akibat kebakaran hutan di Gunung Bromo.
  • Pintu akses wisata Gunung Bromo ditutup total sejak Sabtu, 8 Agustus, hingga hari ini.
  • Sebanyak 3.125 wisatawan nusantara dan 320 wisatawan mancanegara telah mengajukan pengembalian uang tiket.

SuaraJatim.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan penghitungan nilai kerugian akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo dalam kurun beberapa waktu ke belakang.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui video pernyataan yang diterima secara daring di Malang, Senin, mengatakan, langkah menghitung kerugian itu melihat banyak aspek yang ada di kawasan wisata tersebut.

"Saat ini staf kami sedang menghitung karena komponennya banyak, ada kerugian lingkungan sampai dengan ekonomi," kata Rudi, Senin (17/8/2026).

Ia menyampaikan proses penghitungan baru dilakukan karena memprioritaskan proses pemadaman api di Bromo bersama tim gabungan.

Selain itu, pihaknya juga harus melakukan identifikasi terhadap area terdampak kebakaran untuk selanjutnya dilakukan penghitungan kerugian.

"Tentunya tidak mudah untuk menghitung, kami akan hitung dan menyampaikannya," ucap dia.

Ditanya mengenai perkiraan biaya untuk proses pemadaman, Rudi menyatakan, hal tersebut masih belum diketahui karena perlu terlebih dahulu mengumpulkan informasi rinci dari setiap pihak yang terlibat di dalam upaya penanganan karhutla di Gunung Bromo.

"Karena tidak kami sendiri, tetapi ada TNI, Polri, sampai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, semua (laporan) belum disatukan sehingga besarannya belum diketahui," kata Rudi.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup total seluruh pintu akses wisata ke Gunung Bromo bagi wisatawan sejak Sabtu (8/8/2026) hingga hari ini.

Baca Juga: BPBD Pastikan Titik Api Karhutla Gunung Bromo di Probolinggo Padam

Pihak TNBTS pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah membeli tiket wisata ke Bromo untuk mengajukan pengembalian uang tiket maupun menjadwalkan ulang waktu kunjungan.

Berdasarkan data dari Balai Besar TNBTS yang diterima hari ini, sebanyak 3.125 wisatawan nusantara sudah mengajukan pengembalian uang tiket. Sedangkan, wisatawan mancanegara yang melakukan proses itu sebanyak 320 orang.

Kemudian, terdapat 82 orang wisatawan nusantara yang mengajukan penjadwalan ulang kunjungan ke kawasan Gunung Bromo.

Dari data tersebut tidak didapati adanya wisatawan mancanegara yang mengajukan penjadwalan ulang kunjungan ke Bromo.

[ANTARA]

Load More