- Balai Besar TNBTS menghitung kerugian lingkungan dan ekonomi akibat kebakaran hutan di Gunung Bromo.
- Pintu akses wisata Gunung Bromo ditutup total sejak Sabtu, 8 Agustus, hingga hari ini.
- Sebanyak 3.125 wisatawan nusantara dan 320 wisatawan mancanegara telah mengajukan pengembalian uang tiket.
SuaraJatim.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan penghitungan nilai kerugian akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo dalam kurun beberapa waktu ke belakang.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui video pernyataan yang diterima secara daring di Malang, Senin, mengatakan, langkah menghitung kerugian itu melihat banyak aspek yang ada di kawasan wisata tersebut.
"Saat ini staf kami sedang menghitung karena komponennya banyak, ada kerugian lingkungan sampai dengan ekonomi," kata Rudi, Senin (17/8/2026).
Ia menyampaikan proses penghitungan baru dilakukan karena memprioritaskan proses pemadaman api di Bromo bersama tim gabungan.
Selain itu, pihaknya juga harus melakukan identifikasi terhadap area terdampak kebakaran untuk selanjutnya dilakukan penghitungan kerugian.
"Tentunya tidak mudah untuk menghitung, kami akan hitung dan menyampaikannya," ucap dia.
Ditanya mengenai perkiraan biaya untuk proses pemadaman, Rudi menyatakan, hal tersebut masih belum diketahui karena perlu terlebih dahulu mengumpulkan informasi rinci dari setiap pihak yang terlibat di dalam upaya penanganan karhutla di Gunung Bromo.
"Karena tidak kami sendiri, tetapi ada TNI, Polri, sampai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, semua (laporan) belum disatukan sehingga besarannya belum diketahui," kata Rudi.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup total seluruh pintu akses wisata ke Gunung Bromo bagi wisatawan sejak Sabtu (8/8/2026) hingga hari ini.
Baca Juga: BPBD Pastikan Titik Api Karhutla Gunung Bromo di Probolinggo Padam
Pihak TNBTS pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah membeli tiket wisata ke Bromo untuk mengajukan pengembalian uang tiket maupun menjadwalkan ulang waktu kunjungan.
Berdasarkan data dari Balai Besar TNBTS yang diterima hari ini, sebanyak 3.125 wisatawan nusantara sudah mengajukan pengembalian uang tiket. Sedangkan, wisatawan mancanegara yang melakukan proses itu sebanyak 320 orang.
Kemudian, terdapat 82 orang wisatawan nusantara yang mengajukan penjadwalan ulang kunjungan ke kawasan Gunung Bromo.
Dari data tersebut tidak didapati adanya wisatawan mancanegara yang mengajukan penjadwalan ulang kunjungan ke Bromo.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI
-
Bromo Belum Sepenuhnya Aman: Debu Setan Mengancam Savana yang Terluka
-
Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun
-
Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tegaskan Semangat NKRI