Wakos Reza Gautama
Kamis, 09 April 2026 | 07:53 WIB
Ledakan dahsyat terjadi di sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 18.51 WIB. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Ledakan hebat menghancurkan gedung pusat produksi Makan Bergizi Gratis di Desa Kandangan, Ngawi, pada Rabu malam, 8 April 2026.
  • Insiden tersebut disebabkan oleh kebocoran gas elpiji pada alat pengering wadah makanan yang memicu ledakan serta reruntuhan bangunan.
  • Seorang pekerja bernama Angga Mohamad Tohari mengalami luka bakar serius dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

SuaraJatim.id - Suasana tenang di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendadak berubah menjadi mencekam pada Rabu malam (8/4/2026).

Tepat pukul 18.51 WIB, sebuah ledakan memekakkan telinga mengguncang gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pusat produksi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukan sekadar dentuman biasa, kekuatan ledakan ini cukup untuk meluluhlantakkan bangunan dan mengubah rutinitas pembersihan dapur menjadi sebuah mimpi buruk.

Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, terlihat aktivitas normal para pekerja yang sedang sibuk membersihkan dan mengeringkan ompreng, wadah makanan yang setiap hari digunakan untuk menyuplai gizi siswa. Namun, dalam sekejap mata, kilatan cahaya dan dentuman keras menghancurkan segalanya.

Asap membubung, material bangunan runtuh, dan para pekerja tampak lari kocar-kacir menyelamatkan diri. Dalam kepanikan luar biasa tersebut, beberapa pekerja bahkan terjatuh saat mencoba melompati reruntuhan demi menghindari kobaran api yang sempat muncul.

“Kejadiannya sangat tiba-tiba. Kami sedang membersihkan dan mengeringkan ompreng, mendadak alat pengeringnya meledak,” kenang Andika David, salah satu pekerja yang masih tampak syok di lokasi kejadian dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Nahas bagi Angga Mohamad Tohari (28). Pemuda asal Desa Kandangan ini tak sempat menghindar sepenuhnya saat ledakan terjadi. Ia menjadi korban tunggal dalam insiden ini dengan luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya.

Rekan-rekan kerjanya yang melihat Angga terkapar langsung memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif tim medis.

Warga sekitar pun ikut dibuat geger. Sapar, salah satu warga setempat, mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras hingga getarannya terasa ke rumah-rumah penduduk.

Baca Juga: Temuan Satgas MBG Bangkalan: 41 SPPG Belum Kantongi Sertifikat Halal

"Ledakannya keras sekali, warga panik. Kami langsung lari mencari sumber suara, untungnya tidak ada warga (sekitar) yang kena," ujarnya.

Aparat dari Polres Ngawi dan Polsek Ngawi Kota segera bergerak cepat mengamankan lokasi. Garis polisi kini melintang kuning, menutup akses ke area dapur yang kini berantakan.

Kapolsek Ngawi, AKP Jais Bintoro, mengungkapkan bahwa berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, penyebab petaka ini diduga kuat berasal dari masalah teknis pada alat produksi.

“Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh kebocoran gas elpiji pada alat pengering ompreng. Kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan telah memintai keterangan dari sejumlah saksi serta kepala dapur SPPG,” jelas AKP Jais Bintoro.

Load More