- Sapi kurban milik Presiden Prabowo seberat 1,1 ton sempat mengamuk saat tiba di Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa pagi.
- Hewan jenis Peranakan Ongole asal Lamongan itu memberontak akibat mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh menuju lokasi kurban.
- Petugas berhasil menenangkan sapi tersebut dan menempatkannya di area khusus bersama hewan kurban lainnya dalam kondisi aman.
SuaraJatim.id - Suasana di kawasan Masjid Al Akbar Surabaya sempat dibuat tegang setelah sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto mendadak memberontak saat baru tiba di lokasi, Selasa (26/5/2026) pagi.
Sapi berbobot 1,1 ton jenis Peranakan Ongole (PO) berwarna putih itu didatangkan dari Kabupaten Lamongan dan tiba di Masjid Al Akbar sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat proses penurunan dari truk menuju area tenda showcase kurban, sapi sempat berlari dan sulit dikendalikan petugas. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi pun terlihat panik dan menjauh karena khawatir terseruduk hewan berukuran jumbo tersebut.
Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, mengatakan sapi kemungkinan mengalami stres dan kelelahan setelah perjalanan cukup jauh dari Lamongan menuju Surabaya.
“Ya, sempat ngamuk. Mungkin capek karena dari Lamongan, perjalanan cukup jauh dua jam lebih,” ujar Helmy.
Menurutnya, kondisi sapi perlahan mulai tenang setelah ditempatkan di bawah tenda dan diberi minum serta makanan oleh petugas dan peternak.
“Sudah kita beri minum dan bersama sapi lain juga tenang kembali,” katanya.
Sapi kurban Presiden Prabowo tersebut diketahui berasal dari peternak Akhmad Ritaudin, warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Selain ukurannya yang besar, sapi tersebut juga menjadi perhatian warga karena tampil mencolok dengan bulu putih dan postur tubuh yang tinggi.
Baca Juga: Kisah Pilu Anak Kembar di Surabaya yang Diperkosa Ayah Sambung Selama Bertahun-tahun
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, sapi terlihat beberapa kali menghentakkan kaki dan menarik kepala saat banyak warga mencoba mendekat untuk melihat secara langsung.
Meski sempat membuat panik, situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan sapi kini berada di area showcase kurban bersama hewan kurban lain milik pejabat daerah dan Forkopimda Jawa Timur.
Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial karena melibatkan sapi kurban Presiden dengan ukuran jumbo menjelang Idul Adha 2026.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Pilu Anak Kembar di Surabaya yang Diperkosa Ayah Sambung Selama Bertahun-tahun
-
Babak Akhir Siwalan Party: Hukuman untuk 25 Terdakwa Pesta Gay Surabaya
-
Topeng Pembina Pramuka: Mahasiswa Surabaya Tega Cabuli Siswi SMP 10 Kali
-
Detik-detik Cak Ji Gerebek Rumah Ratu Arisan Bodong Surabaya: Keluarga Nyaris Diamuk Biduan
-
Berpura-pura Jadi Turis: Siasat Licin Haji 'Jalur Belakang' Terbongkar di Bandara Juanda
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh