- Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sampang viral karena distribusi makanan menggunakan kemasan tas kresek tidak higienis.
- Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional menginvestigasi pelanggaran SOP distribusi makanan di Kecamatan Robatal dan Sreseh.
- Pihak berwenang tengah mengevaluasi vendor pelaksana akibat pengabaian standar penggunaan wadah makan yang layak bagi masyarakat.
SuaraJatim.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, justru tersandung polemik di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Alih-alih disajikan dengan standar higienis yang ketat, paket nutrisi untuk balita hingga ibu hamil di wilayah ini justru ditemukan terbungkus tas kresek plastik dan nampan seadanya.
Potret "menyedihkan" itu mendadak viral di jagat maya. Dalam video yang beredar luas, menu berisi nasi, ayam goreng ala kentucky, potongan wortel-kentang dadu, tahu, hingga buah salak, tampak berserakan tanpa wadah yang layak.
Sontak, hal ini memicu gelombang kritik dan ejekan dari netizen yang menyayangkan rendahnya standar distribusi program nasional tersebut.
Gerah dengan situasi yang meresahkan warga, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya turun gunung.
Pada Jumat (3/4/2026), tim gabungan langsung merapat ke Desa Robatal, Kecamatan Robatal, untuk menelusuri jejak "menu kresek" tersebut.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, menegaskan bahwa apa yang terjadi di lapangan adalah pelanggaran serius terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah digariskan pusat.
"Langkah ini kami ambil karena selain meresahkan dan menjadi bahan ejekan masyarakat, praktik ini jelas melanggar ketentuan," tegas Sudarmanto saat dikonfirmasi di sela-sela investigasi lapangan.
Menurutnya, marwah program MBG terletak pada kualitas dan keamanan pangan. Secara aturan, makanan wajib didistribusikan menggunakan wadah khusus atau 'ompreng'.
Baca Juga: Tak Ada Kompromi untuk Urusan Gizi: BGN 'Gembok' Sementara Dua SPPG di Sampang
Penggunaan ompreng bukan sekadar urusan estetika, melainkan kunci untuk menjaga gizi seimbang, memastikan kadar karbohidrat, protein, dan serat tetap utuh, hingga menjaga suhu makanan agar tetap layak konsumsi.
"Boleh saja makanan itu dipindah, tetapi harus langsung ke tempat makan milik penerima manfaat, bukan dibiarkan dalam plastik yang tidak terjamin kebersihannya," tambahnya.
Tak hanya menemui warga penerima manfaat di Desa Robatal, Satgas juga memanggil pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk dimintai klarifikasi.
Pasalnya, temuan serupa ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, ditemukan pula menu MBG yang hanya dibungkus kertas biasa.
Meski telah melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak, Sudarmanto masih menutup rapat hasil evaluasi sementara dan keputusan yang akan diambil terhadap vendor atau pelaksana di lapangan.
"Semua temuan terkait menu berwadah tas kresek ini masih dalam pembahasan mendalam. Hasilnya akan segera kami sampaikan kepada publik," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tak Ada Kompromi untuk Urusan Gizi: BGN 'Gembok' Sementara Dua SPPG di Sampang
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Waka BGN Suspend Dua SPPG Milik Orang yang Mengaku Cucu Menteri dan Menekan Kepala SPPG
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
-
Tragedi Halal Bihalal di Musala Mojokerto: Tiga Jemaah Tersengat Listrik, Satu Tewas
-
Petani Tua Tewas Seketika Usai Vario Ngebut Hantam Suzuki Smash di Bojonegoro
-
Rahasia di Balik Sukses Jatim Tekan Pengangguran Hingga Level Terendah
-
Kisah Pilu Anak Kembar di Surabaya yang Diperkosa Ayah Sambung Selama Bertahun-tahun