- Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan maraton di berbagai lokasi Kota Madiun sejak Senin hingga Rabu, 8 April 2026.
- Penyidik menyita dua koper dokumen krusial dari kediaman Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari terkait dugaan tindak pidana korupsi.
- Kasus ini merupakan pengembangan OTT 19 Januari 2026 yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif serta pejabat daerah lainnya.
SuaraJatim.id - Kota Madiun mendadak tegang sepekan terakhir. Deru mobil petugas yang dikawal ketat aparat kepolisian menjadi pemandangan yang menghiasi sudut-sudut kota.
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan "serangan senyap" secara maraton, membongkar tumpukan teka-teki dugaan korupsi yang membelit lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Rabu (8/4/2026) pagi menjadi giliran kediaman Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari, Suyoto, yang menjadi sasaran.
Rumah yang terletak di Jalan Mangkuprajan, Kelurahan Demangan itu tampak tertutup rapat. Di luar, personel kepolisian bersenjata lengkap berjaga, memastikan proses penggeledahan berlangsung tanpa gangguan.
Setelah berjam-jam berada di dalam rumah, tim antirasuah itu akhirnya keluar. Mereka tidak dengan tangan hampa. Dua koper besar, yang diduga kuat berisi dokumen krusial terkait aliran dana, diangkut masuk ke dalam mobil petugas.
Meski rumahnya baru saja "diobrak-abrik" penyidik, Dirut PDAM Suyoto tampak berusaha tetap tenang saat menemui awak media.
"Tadi tim KPK hanya berkunjung. Untuk lebih jelasnya silakan langsung ke KPK," ujarnya singkat dikutip dari ANTARA.
Namun, pernyataan "kunjungan" tersebut kontras dengan keterangan resmi dari Gedung Merah Putih. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa ini adalah giat penggeledahan maraton sebagai pengembangan kasus dugaan pemerasan, gratifikasi, hingga penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Penggeledahan di rumah bos PDAM ini bukanlah babak pertama. Sejak Senin (6/4/2026), KPK telah bergerak lincah. Dimulai dari rumah Kepala Dinas Kominfo pada hari Senin, berlanjut ke kediaman dua pihak swasta pada Selasa, hingga menyasar kawasan perumahan elite seperti Bumi Winongo Indah dan Taman Salak.
Baca Juga: Dentuman Tengah Hari di Wonoasri Madiun: Bus Mogok Diseruduk Truk Boks Hingga Jebol Tembok Warga
Penyidikan ini merupakan "ekor" dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) fenomenal pada 19 Januari 2026 lalu. Saat itu, KPK menetapkan tiga tersangka utama yaitu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Kepala Dinas PUPR nonaktif Thariq Megah, dan seorang pihak swasta, Rochim Ruhdiyanto.
Modus yang dibongkar pun tergolong licin mulai dari pemerasan dengan imbalan proyek hingga dana tanggung jawab sosial perusahaan yang diduga diselewengkan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Dentuman Tengah Hari di Wonoasri Madiun: Bus Mogok Diseruduk Truk Boks Hingga Jebol Tembok Warga
-
Tegas Dibantah, Isu Pemeriksaan KPK Terhadap Haji Her Dinilai Hoaks dan Cenderung Fitnah
-
Babak Baru Korupsi Ponorogo: Berkas Dilimpahkan, Sugiri Sancoko Segera Duduk di Kursi Pesakitan
-
Alergi Pegang Ponsel Pasca OTT KPK: Pejabat Ponorogo Ganti Nomor Gara-gara Takut Disadap?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026 atas Kinerja Komunikasi DEI dan ESG Terbaik
-
Si Brilian dari Magetan: Kisah Sapi Bermata Tiga yang Menolak Ditawar Harga Selangit
-
KTP Ada di Dompet, Tapi Namanya Gentayangan: Skandal ASN Sumenep Curi Identitas Sopir
-
Kecelakaan Beruntun di Madiun: Rem Mendadak Bus Jaya Jadi Mimpi Buruk Truk J&T