- KPK resmi melimpahkan berkas perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Ponorogo kepada Pengadilan Negeri setempat untuk segera disidangkan.
- Sugiri Sancoko bersama dua tersangka lainnya akan menghadapi persidangan atas kasus korupsi proyek yang dibiayai anggaran daerah tersebut.
- JPU KPK menunggu penetapan jadwal sidang setelah seluruh bukti dugaan aliran dana suap dianggap matang secara hukum.
SuaraJatim.id - Genderang perang terhadap korupsi di "Kota Reog" memasuki babak paling krusial. Setelah melalui rangkaian penyidikan panjang yang menguras energi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi melimpahkan berkas perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Ponorogo ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Sugiri Sancoko beserta rekan-rekannya akan segera berhadapan langsung dengan majelis hakim.
Kini, publik Ponorogo tengah menanti dengan napas tertahan kapan ketukan palu hakim pertama akan terdengar di ruang sidang.
Pelimpahan berkas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dilakukan setelah seluruh bukti dianggap "matang" dan sempurna secara hukum. Dengan berpindahnya berkas tersebut, bola panas penanganan kasus kini sepenuhnya berada di tangan PN Ponorogo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa lembaganya kini tinggal menunggu penetapan jadwal sidang untuk tiga tersangka utama dalam pusaran kasus ini.
"JPU KPK telah melakukan pelimpahan perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Ponorogo. Saat ini, kami menunggu penetapan jadwal sidangnya," ujar Budi dalam keterangannya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Skandal ini mencuat setelah operasi senyap KPK berhasil mengendus adanya praktik "ijon" atau pemberian upeti terkait pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Konstruksi perkara mengungkapkan sebuah pola klasik namun mematikan: uang mengalir agar pihak tertentu mendapatkan karpet merah dalam memenangkan proyek yang dibiayai dari kantong anggaran daerah.
Nama Sugiri Sancoko, yang saat itu menjabat sebagai orang nomor satu di Ponorogo, terseret dalam pusaran ini bersama dua tersangka lainnya.
Baca Juga: Alergi Pegang Ponsel Pasca OTT KPK: Pejabat Ponorogo Ganti Nomor Gara-gara Takut Disadap?
KPK mengklaim telah mengantongi bukti permulaan yang sangat kuat, mulai dari aliran dana panas hingga dokumen-dokumen proyek yang diduga telah dikondisikan sejak awal.
Selama masa penyidikan, tim antirasuah tidak main-main. Puluhan saksi telah diperiksa, dokumen pengadaan barang dan jasa dibongkar habis, hingga penyitaan sejumlah aset dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara.
Kasus ini kembali menambah daftar panjang kepala daerah aktif yang terjerat "lubang hitam" pengelolaan anggaran proyek.
KPK menilai, sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi titik paling rawan bagi para pejabat untuk menyelewengkan amanah rakyat demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Berita Terkait
-
Alergi Pegang Ponsel Pasca OTT KPK: Pejabat Ponorogo Ganti Nomor Gara-gara Takut Disadap?
-
Waka BGN Suspend Dua SPPG Milik Orang yang Mengaku Cucu Menteri dan Menekan Kepala SPPG
-
Detik-Detik Mobil APV Dihantam Batu Besar di Jalur PacitanPonorogo, Begini Nasib Pengemudi
-
WN Malaysia Dideportasi Imigrasi Ponorogo Ulah Overstay 15 Tahun, Ibunya WNI
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim
-
Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8
-
Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu, Api Terlihat di Titik Ini
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Satu Keluarga Asal Kediri Turut Menjadi Korban
-
Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir