-
Batu tebing jatuh menimpa mobil APV di jalur Pacitan-Ponorogo.
-
Pengemudi mobil selamat meski kendaraan mengalami kerusakan bagian depan.
-
Polisi imbau pengendara waspada saat melintas kawasan perbukitan rawan longsor.
SuaraJatim.id - Batu tebing hantam mobil APV terjadi di jalur Pacitan–Ponorogo dan menimpa seorang pengendara yang sedang melintas di kawasan perbukitan itu.
Insiden tersebut menimpa korban bernama Purwahyudi Imam Widagdo, warga Dusun Bolo RT 03/RW 04, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.
Dalam kejadian batu tebing hantam mobil APV itu, kendaraan Suzuki APV bernomor polisi AE 1643 XC yang dikemudikan Purwahyudi terkena batu yang jatuh dari tebing.
Peristiwa terjadi saat mobil melintas di Dusun Dagen, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Saat melintas di kawasan jalan yang berada di area perbukitan itu, sebuah batu berukuran cukup besar tiba-tiba jatuh dari tebing dan menghantam kendaraan.
“Batu yang jatuh dari tebing mengenai bagian depan kiri kendaraan yang sedang melintas,” jelas Kapolsek Tegalombo Rusminto, dikutip dari BeritaJatim, Kamis (5/3/2026).
Benturan dari batu tersebut menyebabkan bagian depan kiri mobil mengalami kerusakan. Meski demikian, kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Pengemudi dilaporkan selamat dari insiden tersebut. Namun, kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan pada bagian depan akibat hantaman batu dari tebing.
Kerugian materiil akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta. Kerusakan terjadi pada bagian bodi depan kiri kendaraan yang terkena langsung oleh batu yang jatuh dari tebing di pinggir jalan.
Jalur Pacitan–Ponorogo sendiri dikenal sebagai salah satu ruas jalan yang melewati kawasan perbukitan. Kondisi geografis tersebut membuat beberapa titik di jalur ini berpotensi mengalami guguran batu maupun longsoran kecil dari tebing, terutama saat kondisi cuaca kurang baik.
Kepolisian setempat mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan tersebut. Pengendara diminta lebih berhati-hati saat melewati jalur yang berada di dekat tebing.
“Pengendara diharapkan lebih berhati-hati, apalagi saat kondisi cuaca kurang baik karena berpotensi memicu batu jatuh dari tebing,” katanya.
Peristiwa batu tebing hantam mobil APV ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan yang melintas di jalur perbukitan agar selalu waspada terhadap potensi guguran batu dari tebing di sepanjang jalan Pacitan–Ponorogo.
Berita Terkait
-
Hari Kedua Pencarian, Korban Longsor Sumedang Ditemukan Meninggal Dunia
-
Gigs Skena Bawah Tanah Tangerang Batal Akibat Venue Longsor, 2 Mobil Terjun Bebas
-
Viral Pemuda Tewas Tabrak Tiang Saat Dikejar Polisi, Kapolres Pacitan Minta Maaf
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Jatim Dapat Dua Penghargaan Nasional, Pendidikan Vokasi Kian Kuat dan Berdaya Saing Global
-
Nikmati Liburan Hemat, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan untuk Transaksi Global
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Blunder Admin KDMP di Blitar Viral, Berujung Maaf dari Sang Ketua
-
Akhir Drama Keluarga di Tulungagung: Tangis Bahagia Pasutri Beda Negara Bisa Peluk Kembali Buah Hati