- Nugroho Priyo Wicaksono melaporkan kasus pembegalan palsu di kawasan Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, pada Senin malam, 1 Juni 2026.
- Penyelidikan polisi mengungkap bahwa Nugroho merekayasa cerita pembegalan dan melukai dirinya sendiri untuk menutupi penjualan motor milik ayahnya.
- Tindakan laporan palsu tersebut memicu keresahan publik, sehingga Kapolres Probolinggo mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyebarkan dan menerima informasi.
SuaraJatim.id - Tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Waluyo Jati Probolinggo, Nugroho Priyo Wicaksono, melapor ke polisi baru saja menjadi korban keganasan begal pada Senin malam (1/6/2026) di sekitar kawasan Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan.
Kabar ini menyebar bak api di dahan kering, memicu keresahan dan rasa waswas di kalangan warga Probolinggo yang khawatir akan keselamatan mereka di jalanan.
Namun, polisi mencium ada yang janggal dari cerita tersebut. Saat penyidik Polsek Kraksaan dan Polres Probolinggo melakukan observasi mendalam, ditemukan kejanggalan yang sangat mendasar.
Luka-luka yang diderita Nugroho sama sekali tidak sinkron dengan narasi perlawanan atau serangan begal yang ia sampaikan.
"Setelah serangkaian penyelidikan, kami memastikan peristiwa tersebut bukan tindak kriminal sebagaimana yang dilaporkan," ungkap Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, Kamis (4/6/2026).
Di balik meja pemeriksaan, pertahanan Nugroho akhirnya runtuh. Tanpa paksaan, sang nakes mengakui bahwa aksi pembegalan itu hanyalah isapan jempol belaka, sebuah skenario yang disusun rapi untuk menutupi kenyataan pahit di rumahnya.
Alasannya klise yakni tekanan ekonomi. Nugroho rupanya telah menjual sepeda motor milik ayahnya sendiri seharga Rp1,5 juta untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Takut dan bingung menjelaskan hilangnya motor sang ayah, ia memilih jalan pintas dengan mengarang drama pembegalan.
Ia sengaja menciptakan luka-luka di tubuhnya sendiri agar terlihat seperti korban kekerasan, demi membuat cerita "kehilangan motor di tangan begal" terasa lebih nyata.
Baca Juga: Begal yang Hantam Driver Ojol Pakai Pipa Besi di Gresik Diringkus di Surabaya
Meski berakhir dengan permintaan maaf, prank yang dilakukan Nugroho sempat mengguncang ketenangan warga. Kapolres Wahyudin menyayangkan tindakan tersebut karena informasi palsu mengenai keamanan wilayah dapat memicu kecemasan kolektif yang tak perlu.
"Banyak warga yang merasa cemas terhadap kondisi keamanan. Saya mengimbau masyarakat agar lebih bijak menerima informasi. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan keresahan publik," tegas Wahyudin.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan kejujuran kepada aparat penegak hukum, seberat apa pun masalah yang dihadapi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Begal yang Hantam Driver Ojol Pakai Pipa Besi di Gresik Diringkus di Surabaya
-
Viral Lagi! Terungkap Fakta di Balik Video Santriwati Korban Eksibisionis di Probolinggo
-
Janjian Open BO Lewat MiChat, Pemuda Probolinggo Nyaris Diamuk Massa Gara-gara Salah Masuk Rumah
-
Masuk Kategori Risti, Jemaah Calon Haji Asal Probolinggo Wafat di Makkah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Drama Hilangnya Backpacker Madiun di Korea:Pihak Travel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Misteri 4 Bulan Kematian Nisarofatin Petani Lumajang: Polisi Pastikan Bukan karena Racun
-
Komitmen Menjaga Transparansi ke Media, Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 dari Dewan Pers RI
-
115 Napi Kelas Kakap Lapas Surabaya Mendadak Dipindah ke Nusakambangan
-
Bukan Menolak, PDIP Bongkar Alasan Larang Kadernya Ikut Proyek Makan Bergizi Gratis