- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah hingga mencapai Rp18.000 pada Kamis, 4 Juni 2026 di Indonesia.
- Pelemahan Rupiah memicu kenaikan harga komoditas besi dan baja impor sebesar 30 persen di pasar domestik.
- Lonjakan harga material tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan biaya pembangunan infrastruktur serta perumahan di seluruh tanah air.
SuaraJatim.id - Kamis (4/6/2026) nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tampak memerah, menyentuh angka Rp18.000 per Dolar. Ini merupakan kabar buruk bagi para pelaku industri konstruksi di tanah air.
Bagi Pradita Aditya, fenomena ini bukan sekadar angka di berita, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan bisnis material baja.
CEO Duta Merpati, perusahaan distributor material konstruksi dan supplier besi-baja asal Lamongan ini, mengungkapkan bahwa pelelehan nilai tukar rupiah ini langsung menyulut kenaikan harga komoditas besi secara sistemik di pasar domestik.
“Efeknya sangat terasa. Kebutuhan baja nasional kita masih sangat bergantung pada impor karena produksi dalam negeri belum mampu menutup seluruh permintaan. Begitu Dolar naik, harga di gudang kami pun ikut bergejolak,” ujar Aditya, Kamis (4/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski kran impor dari Tiongkok dibuka lebar oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk menjaga stok nasional, tantangan baru justru muncul dari mata uang transaksi.
Mayoritas pasokan baja dunia berasal dari Negeri Tirai Bambu, namun transaksi internasional tetap menjadikan Dolar AS sebagai benchmark utama.
“Sekitar 90 persen impor berasal dari China, dan patokannya tetap Dolar. Jadi, saat kurs hari ini menembus Rp18.000, secara otomatis harga besi di tingkat lokal langsung melonjak tajam tanpa menunggu lama,” tuturnya menjelaskan mekanisme pasar yang terjadi.
Lompatan harga ini bukan kaleng-kaleng. Aditya mencontohkan kenaikan signifikan pada komoditas koil (coil). Sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.500 per kilogram, kini harganya terbang ke angka Rp18.000 hingga Rp19.000. Bahkan di beberapa titik, harganya sudah menembus angka Rp20.000 per kilogram.
Kenaikan yang hampir mencapai 30 persen ini tentu akan memberikan efek domino pada biaya pembangunan infrastruktur hingga perumahan rakyat.
Baca Juga: Skandal Rp151 Miliar Gedung Pemkab Lamongan Seret 3 Pejabat ke Sel
Meski tengah dihantam badai nilai tukar, Aditya tetap mencoba optimis. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ia berharap daya beli pasar tidak ikut tumbang.
"Ini tantangan besar bagi kami di sektor distribusi. Kenaikannya lumayan besar, tapi kami berharap permintaan pasar tetap stabil dan roda perekonomian kita tidak terhenti. Kami harus tetap bergerak agar proyek-proyek konstruksi nasional tidak mangkrak,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Skandal Rp151 Miliar Gedung Pemkab Lamongan Seret 3 Pejabat ke Sel
-
Pinjamkan Uang ke Bupati Ponorogo untuk Modal Pilkada, Pengusaha Ini Disambangi KPK
-
Dolar Tembus Rp17.600, 'Badai' Harga Pangan Mulai Hantam Dapur Warga Bojonegoro
-
Gara-gara Tembok Tutupi Toko, 2 Emak-emak di Lamongan Ribut Berujung Lemparan Batu Bata
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan
-
Murka Rumah Tangganya Hancur, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Habis Mobil Selingkuhan Istri
-
Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim